TAPTENG NEWS – JAM 10.20 WIB
Sempat menjadi orang dalam pantauan (ODP) 3 minggu yang lalu, RWT (42) yang merupakan warga Lingkungan 10, Kelurahan Lumut, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), meninggal dunia. Kamis (16/4).
Meski belum dipastikan positif Covid – 19, Namun almarhum yang berprofesi sebagai sopir truk tersebut, dimakamkan dengan standart penguburan Covid-19, di penguburan keluarga.
Informasi dihimpun dari Dzudfadli Tambunan abang korban, almarhum meninggalkan istri dan 4 orang anak.

Dzudfadli menjelaskan, riwayat perjalanan korban berangkat dari Lumut ke Jakarta pada Rabu (26/2) lalu, kembali pada Kamis (26/3). Sejak tanggal itu, almarhum menjalani karantina mandiri selama 14 hari.
“3 Minggu lalu ODP, namun setelah selesai masa pemantauan selama 14 hari almarhum kerja lagi membawa truk ikan ke Jakarta,” jelasnya
Masih lanjutnya, sekitar Minggu (12/4) membawa Truk Temoking milik sebuah PT dari Jakarta. Setiba di Siantar, dia meminta pulang menumpang truk lain.
“Sebelum sampai di Sibolga, almarhum masih meminta keluarga menjemputnya dari Poriaha, Tapteng. Lalu keluarga pun menjemputnya sekitar jam 11.00 WIB,” ucapnya
Sebelum meninggal, saat diperjalanan dari Siantar menuju Sibolga almarhum ternyata mengeluh sesak nafas.
Setiba di rumahnya di Lumut, almarhum sempat makan. Namun, satu jam kemudian almarhum mengeluhkan kakinya yang sakit dan meninggal.
Walaupun demikian pihak keluarga meyakini, korban tidak terpapar Covid-19. Akan tetapi, korban juga bersedia di karantina, selama 14 hari. (ben)






