SIBOLGA NEWS – JAM 23.10 WIB
Seorang petugas di Pelabuhan Sambas, Kota Sibolga tiba-tiba mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari salah seorang oknum ASN yang hendak menyeberang ke Pulau Nias.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis malam (16/7), sekitar jam 23.10 WIB di Pelabuhan Sambas, Kota Sibolga.
Siahaan personil KPLP Kota Sibolga ketika dikonfirmasi mengaku, bahwa peristiwa berawal saat dirinya hendak menanyakan perihal kepemilikan surat keterangan (Suket) Rapid Test sebagai salah satu syarat menyeberang.
Awalnya oknum sopir tersebut menunjukkan bukti via Handphone yang kurang jelas, saat dimintai secara bukti fisik untuk di print, jutru oknum itu seolah tidak terima lalu memaki petugas KPLP Sibolga.
Merasa tidak terima, Fransisko V Siahaan lalu menghampiri oknum tersebut untuk dilaporkan ke Polsek Sambas.
Diketahui, ternyata oknum tersebut merupakan ASN di Dinas Kesehatan Provinsi Sumut
“Saat itu, oknum tersebut mengendarai Bus Pembawa Alat Pelindung Diri (APD) menuju ke Nias. Namun saat diberhentikan dan dimintai bukti Rapit Test, justru dia hanya bisa menunjukkan lewat HP, dan tidak sabaran saat dimintai bukti fisik, malah berputar balik hingga memaki petugas,” ujar salah seorang saksi mata.
Pantauan di lokasi, petugas yang tidak terima dimaki lalu mengejar sopir tersebut dan mengancam akan melaporkan perbuatannya ke Polisi.
Menyadari perbuatannya, oknum tersebut kemudian meminta maaf lalu berlalu.
Diketahui, oknum tersebut bernama Sarisman, S, selaku supir mobil bus klinik departemen kesehatan Sumatera Utara.
Terpisah, Kepala KSOP Sibolga Augustia Waruwu, Jumat siang (17/7) ketika dikonfirmasi, mengaku sangat menyesalkan sikap oknum ASN tersebut.
“Harusnya mereka kan sebagai contoh, harus kasih contohlah, sedangkan petugas kita saja, semua sudah pakai masker saat bertugas, ini malah tidak memberikan contoh yang baik,” ujarnya.
Ia pun mengaku, usai peristiwa itu, yang bersangkutan langsung keluar, ia berharap, sebagai petugas kesehatan seharusnya memberikan contoh yang baik bagi masyarakat. (suk)






