SIBOLGA NEWS – JAM 12.00 WIB
Sejumlah penjual bendera merah putih mengeluhkan turunnya omzet penjualan mereka ditengah wabah pandemi Covid-19
Pedagang Bendera, Maula (27) ketika dikonfirmasi mengatakan sudah 1 minggu dirinya membuka lapak dagangan bendera di Jalan Suprapto Sibolga.
“Mulai dari Bendera berukuran kecil hingga yang besar. Selain itu dirinya juga menjual tiang-tiang bendera, umbul-umbul dan pernak-pernik lainnya dengan harga yang bervariasi,” ujar Maula yang merupakan warga Sidempuan
Dijelaskannya, untuk harga dirinya menjual bervariasi, mulai dari harga Rp. 5 ribu sampai harga yang paling mahal itu Rp.200 ribu.
“Kalau dulu ukuran yang besar biasanya yang beli dari pihak kantoran dan sekolah-sekolah. Sementara untuk bendera yang kecil itu biasa di beli oleh para pengendara kenderaan bermotor,” ungkapnya.
Ia juga mengungkapkan omzet penjualan mereka jauh menurun dengan tahun sebelumnya akibat pandemi Covid-19.
“Tahun sebelumnya kami masih bisa mengumpulkan uang penjualan paling minim 500 ribu perharinya. Sekarang 300 ribu aja sudah payah. Saya sudah dua minggu jualan disini, baru sekali bisa ngumpulkan uang jualan 400 ribu,” ungkapnya.
Senada juga disampaikan, Eri (40) dia mengatakan penjualannya jauh menurun dengan tahun sebelumnya.
“Sudah dari dulu kami jualan bendera, kalau momen 17-an gini bendera laku banyak. Sekarang ini payahlah,” ujarnya seraya berharap Covid-19 cepat berlalu. (suk)






