Debit Air PDAM Sibolga Turun 70 Persen di Musim Kemarau

oleh -156 views
Perusaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Nauli Sibolga mengalami defisit air baku

SIBOLGA NEWS – JAM 14.00 WIB

Perusaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Nauli Sibolga mengalami defisit air baku, yang diakibatkan musim kemarau sejak beberapa pekan terakhir.

Hal tersebut langsung disampaikan, Kepala Bagian Hubungan Pelanggan PDAM Tirta Nauli Sibolga, Suganda bahwa volume air yang dikelola PDAM Sibolga menurun hingga 70 persen dari 310 liter per detik saat kondisi normal.

“Bayangkan aja, hanya 30 persen saat ini kita (PDAM Tirta Nauli Sibolga) bisa kelola untuk didistribusikan ke warga, katanya.

Ia juga menyampaikan, air baku atau air permukaan yang dikelola PDAM Tirta Nauli Sibolga bersumber dari 4 (empat) lokasi, yaitu sungai Sarudik dan Mela di Kabupaten Tapanuli Tengah, serta sungai Aek Hopong dan Aek Parombunan di Sibolga.

Baca Juga :  Honda Beat 'Adu Kuat' Dengan Jupiter, TKP Dekat Jembatan Pantai Ujung Sibolga

Kemudian dari keempat sumber tersebut, kata Suganda, hanya sungai Mela yang saat ini belum mengalami penurunan debit air secara drastis.

“Kayaknya saat ini sudah mulai ada penurunan (debit air sungai Desa Mela), mudah-mudahan masih bisa menyuplai kebutuhan warga. Tapi, itupun khusus menyuplai warga di Kecamatan Sibolga Utara,” sebutnya.

Untuk memenuhi kebutuhan warga, PDAM Tirta Nauli Sibolga melayani pendistribusian air bersih menggunakan mobil tanki. Khususnya di wilayah yang terkendala pendistribusian melalui jaringan pipa.

Baca Juga :  Di Perairan Pulau Mursala Mayat Pria Tangan Terikat Mengapung

“Kita layani kalau ada permintaan air bersih. Cuma, dengan catatan, tidak dilayani dor to dor (rumah ke rumah), harus sekaligus satu lingkungan,” paparnya.

Lanjutnya, namun jika kemarau berkepanjangan, menurut Suganda, hal ini memungkinkan PDAM Tirta Nauli Sibolga akan menerapkan pelayanan air bersih dengan sistim gilir.

“Dengan asumsi, pelanggan per Kecamatan hanya mendapatkan pelayanan sebanyak dua kali delapan jam untuk setiap harinya. Bisa jadi seperti dahulu (peristiwa kemarau panjang Tahun 2006 lalu). Tapi, harapan kita itu tidak terjadi,” terangnya. (riz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *