TOBA NEWS – JAM 10.00 WIB
Dugaan adanya persekongkolan pada kegiatan pengadaan sejumlah proyek di Kabupaten Toba marak, pasalnya, terbukti mulai dari pengumuman Tanggal 08 Juli 2021, upload dokumen penawaran Tanggal 09 Juli 2021. Pembukaan dokumen Tanggal 09 Juli 2021 artinya kesempatan untuk rekanan yang lain tidak ada.
Hal itu juga di benarkan oleh Direktur Eksekutif IP2 Baja Nusantara Ir. U Djonggi Napitupulu kepada News24jam.com. Terbukti mulai dari pengumuman Tanggal 08 Juli 2021, Upload dokumen penawaran Tanggal 09 Juli 2021, pembukaan dokumen Tanggal 09 Juli 2021 artinya kesempatan untuk rekanan yang lain tidak ada.
“Proses pengadaan barang/jasa dengan metode penunjukan langsung yang diduga adanya persekongkolan, artinya Pokja tidak berfungsi semuanya diduga proses di nahkodai Bupati bahkan ada dugaan bahwa keluarganya berperan dalam hal kegiatan tersebut,” ungkap Ir. I. Djonggi Napitupulu
Untuk mendalami hal dugaan tersebut, Bupati Toba saat dikonfirmasi News24jam.com, pada Kamis (2/9/2021) melalui WhatsApp nya mengatakan, tidak ada rekanan terlibat, bahkan keluarga saya yang hadir pada ruangan saya, yakni abang saya sendiri.
“Bahkan ada juga yang hadir dari tim Menko Marves, dan tidak ada rekanan yang ada pada rekanan saya.Tolong besoklah datang keruangan saya” ucap Poltak Sitorus melalui telpon WhatsAppnya
Pada Jumat (3/9/2021) pagi di ruangan Bupati Toba, atas kelanjutan konfirmasi Bupati Toba tidak memberikan keterangan bahkan Sekda Toba Audy Murphy Sitoris. SH yang memberikan jawaban kepada News24jam.com di dampingi Direktur Eksekutif IP2 Baja Nusantara
“Kita juga keluarga Bupati, dan bahkan menggunakan perusahaan untuk kegiatan ini juga bisa. Dan sebaiknya komunikasi dengan dinas terkaitlah atas kegiatan tersebut” ajak Sekda didampingi Bupati bersama sejumlah Kepala Dinas di ruangan Bupati Toba.
Saat di tanya kembali, kenapa dinas terkait tidak koperatif atas pertanyaan atau konfirmasi sejumlah awak Media? Sekda langsung menjawab mungkin lagi di lapangan atas program pengadaan tersebut” ucapnya sambil bergegas ingin berangkat ke kecamatan Lumban Julu untuk penanaman pohon.
Saat di tanya kembali kepala Dinas Keuangan Kabupaten Toba Gayang Situmorang atas pencairan dana pengadaan bibit jagung berbiaya Rp 6.04 Milliar TA 2021 apakah sudah di cairkan dirinya mengatakan tentu sudah kita cairkan, sebab kegiatannya sudah berjalan.
Namun dalam pertemuan dengan Bupati di ruangannya, Bupati Toba Ir Poltak Sitorus tidak memberikan keterangan apapun atas pertanyaan dan konfirmasi media News24jam.com. (Freddy)






