TOBA NEWS – JAM 09.29 WIB
Dugaan praktek korupsi mulai marak di Kabupaten Toba dimasa pandemi Covid-19 ini, pasalnya sejumlah proyek diduga kuat telah di atur sebagai pemiliknya, bahkan perusahaan yang mengerjakan diduga milik keluarga pejabat di Kabupaten Toba.
Hal itu di akui Direktur Eksekutif IP2 Baja Nusantara, Ir.I.Djonggi Napitupulu kepada News24jam.com, Senin (06/9).
“Kita telah mencium adanya praktek korupsi yakni persekongkolan atas sejumlah proyek di Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Toba, dan hal ini akan kita pertanyakan secara resmi kepada panitianya dan bahkan kita akan membuat laporannya secara resmi ke Kejaksaan,” katanya
Dijelaskanya, seperti pengadaan barang/jasa di Dinas Pendidikan Toba terindikasi adanya persekongkolan, terbukti CV Oppung Naburju dan CV Oppung Nabasa dengan pemiliknya satu orang, bahkan orang tua pemilik CV sebagai ASN di Dinas Pendidikan Toba.
“Jadi diduga kuat adanya “Kong-ko Kong-ko” dengan pengguna anggaran yakni Oknum Kadis Pendidikan,” sebutnya.
Lanjut Ir.I.Djonggi, pengadaan barang/jasa dengan metode pengadaan langsung yakni rehab SD 173557 Tanding dengan harga Rp. 140 juta kemudian Rehab Kantor SKB Porsea sebesar Rp. 104.895.000.
“Kedua proyek tersebut merupakan persekongkolan yang diduga kuat adanya fee proyek mengalir ke pihak oknum tertentu di Dinas pendidikan Toba,” tegas Djonggi.
Demikian juga Rehab ruang perpustakaan SMP N 1 Pintu Pohan Meranti sebesar Rp. 199.490.672 dan Rehab Ruang Guru SMP N 1 Uluan sebesar Rp. 199.421.300 kedua pekerjaan dilaksanakan CV. Tobasa Jaya Tani, bahkan ini juga kita pertanyakan dan akan kita dalami.
Sambung Djonggi, menilai praktik persekongkolan tender merupakan biang dari inefisiensi berbagai kegiatan sektor usaha, terutama untuk penyediaan barang maupun fasilitas publik yang diperlukan masyarakat, dan bahkan ini merupakan praktek korupsi yang sangat mulus berjalan karena adanya dugaan kuat penerimaan fee,” terang Djonggi Napitupulu
Menanggapi hal itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pendidikan Toba Ferri Hutagaol saat dikonfirmasi melalui selulernya, bahkan melalui WhatsAppnya tidak mau menjawab dan bahkan tidak mau mengangkat telepon dari awak media. (freddy)






