oleh

Proyek Irigasi Yang Bersumber dari Dana PEN Dikerjakan Asal Jadi

TAPUT NEWS – JAM 12.00 WIB

Jaringan irigasi bernilai Rp. 199.165.000 di Desa Sitampurung, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara diduga dikerjakan asal jadi.

Pasalnya, proyek yang dibangun menggunakan Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) TA 2020 itu kini kondisinya sudah retak-retak.

Informasi dihimpun awak media, Selasa.(21/9/2021) proyek irigasi diketahui milik inisial AH.

Hasil pantauan awak media di lapangan juga terlihat dinding jaringan irigasi tersebut sudah retak, bahkan pembangunan irigasi terlihat tidak memakai lantai.

Seorang warga sekitar yang tidak ingin namanya disebutkan ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan jika proyek jaringan irigasi tersebut dikerjakan pada tahun 2020 dengan menggunakan anggaran yang terbilang cukup besar.

Baca Juga :  DPC PBB Tapteng Serahkan Bantuan ke Korban Kebakaran di Manduamas

“Kalau tidak salah, proyek ini milik inisial AH warga Desa Siaro, Kecamatan Siborongborong,” katanya.

Namun sayangnya, pekerjaan tersebut diduga kurang berkualitas. Karena masih berjalan sekitar 9 bulan, bangunan tersebut sudah rusak dan retak di bagian dinding irigasi tersebut,” ujar warga tersebut.

Sementara menanggapi hal tersebut, Ketua Team Operasiaonal Penyelamatan Aset Negara (TOPAN RI) Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) Ridwan Siringoringo, S.H yang juga turun ke lokasi mengatakan bahwa pekerjaan jaringan irigasi tersebut diduga tidak memakai lantai.

Baca Juga :  Terkait Asuransi Nelayan, DPRD Akan Menyiapkan Alokasi Anggaran

“Bahkan hasil keterangan warga yang kita dapat diketahui bahwa pekerjaan tersebut dikerjakan pada tahun 2020,” ujarnya.

Saat disinggung bahwa proyek tersebut dikerjakan oleh inisial AH, Ridwan mengatakan kurang mengetahuinya. Namun pihaknya akan secepatnya untuk mencari tahu tentang kebenarannya.

“Terkait apakah yang mengerjakan proyek ini adalah inisial AH yang juga ketua organisasi, kita kurang tahu.Tapi secepatnya kita akan buka buku anggarannya, apakah proyek tersebut benar milik inisial AH. Nanti pasti ketahuan siapa pemilik CV maupun jumlah anggarannya,” pungkas Ridwan. (Dedy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed