SIBOLGA NEWS – JAM 12.00 WIB
Warga Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga membentangkan spanduk menolak aktifitas Nelayan Pembom Ikan diwilayahnya. Senin (24/1/2022) yang lalu.
Adapun spanduk tersebut, bertulis pesan penolakan terpasang di sejumlah titik sekitar lokasi terjadinya ledakan keras di Jalan KH. Ahmad Dahlan, Sibolga.
Ledakan itu diduga berasal dari bom ikan, yang disimpan dalam sebuah gudang tangkahan Beringin tempat bersandar kapal nelayan penangkap ikan.
Erwinsyah Enek Tanjung, warga setempat mengatakan nelayan pengguna bom ikan di Sibolga saat ini semakin banyak jumlahnya.
Ia dan warga lainnya berencana akan melakukan aksi sweeping kapal pembom ikan di sejumlah tangkahan khususnya wilayah tempat tinggal mereka.
“Pembom ikan ini nampaknya sudah merajalela, sudah mulai menjamur di sejumlah tangkahan di Kota Sibolga. Kalau masih ada kapal bom ikan di pesisir Kelurahan Pancuran Bambu ini, mungkin akan kami mengadakan sweeping terhadap kapal-kapal bom yang ada di tangkahan,” kata Erwin usai memasang spanduk penolakan bersama sejumlah warga, Sabtu (29/1/2022).
Sementara itu, Khairul Ahmad berharap Polisi bisa segera menangkap pihak yang terlibat dan bertanggungjawab atas ledakan di gudang tangkahan Beringin, yang melukai enam orang itu.
“Saya sangat berharap para pelaku segera ditangkap dan dipenjarakan, saya minta bapak Kapolda dan bapak Kapolres Sibolga memberikan hukaman berat kepada pelaku bom ikan agar ada efek jera bagi yang lain,” pungkasnya. (riz)






