SIBOLGA NEWS – JAM 15.00 WIB
Seorang bocah bernama Ardiansyah Pasaribu (8) warga Jalan Anggrek Gg. Kausar, Kelurahan Simaremare, Kecamatan Sibolga Utara, Kota Sibolga ditemukan tewas tenggelam di aliran Sungai Pantai Ujung Sibolga. Kamis (16/6/2022) sekitar jam 15.00 Wib
“Korban ditemukan sekira jam 16.05 Wib, dengan kondisi tidak sadarkan diri. Selanjutnya sekira jam 16.10 Wib telah dilakukan pertolongan pertama terhadap korban, namun korban tidak juga sadarkan diri, dan selanjutnya korban dilarikan ke Rumah Sakit FL. Tobing Sibolga. Pihak Rumah Sakit menyatakan bahwa korban telah meninggal dunia,” kata Kapolres Sibolga, AKBP Taryono Raharja melalui Kasi Humas Polres Sibolga, AKP R. Sormin
R. Sormin mengatakan, insiden tersebut bermula saat korban dan temannya sedang bermain dipinggiran pantai Ujung Sibolga tepatnya ujung aliran Sungai Aek Doras. Pada saat teman korban sudah naik ke tepian sungai, mereka sudah tidak melihat korban dan berupaya mencari.
“Selanjutnya sekira jam 15.40 Wib, teman korban memberitahukan kepada Nurbetty Sibarani (ibu kandung korban) bahwa Ardiansyah Pasaribu telah tenggelam di Sungai Pantai Ujung Sibolga,” jelas Sormin
Disampaikan Sormin, saksi – saksi bersama dengan masyarakat yang berada di lokasi kejadian berupaya melakukan pencarian terhadap korban.
“Korban ditemukan dengan kondisi tidak sadarkan diri dan korban dilarikan ke Rumah Sakit FL. Tobing Sibolga, pihak Rumah Sakit menyatakan bahwa korban telah meninggal dunia,” jelas Sormin menambahkan korban dibawa pulang oleh pihak keluarga ke rumah duka.
Lanjut Sormin, Ardiansyah Pasaribu diduga tenggelam di aliran sungai Pantai Ujung Sibolga. Tidak ada tanda – tanda kekerasan pada tubuh korban dan pihak keluarga tidak ada merasa keberatan dan sudah Ikhlas atas meninggalnya korban.
“Pihak keluarga telah membuat surat pernyataan dan tidak akan mempermasalahkannya dikemudian hari namun proses penyelidikan tetap dilakukan Sat Reskrim Polres Sibolga,” ujarnya
Kasi Humas AKP R. Sormin, S.Ag menghimbau kepada para orangtua agar tidak membiarkan anak – anaknya untuk mandi – mandi ke sungai tanpa pengawasan dari para orangtua demi menghindari hal – hal yg tidak di inginkan. (fer)









