SIBOLGA NEWS – JAM 21.00 WIB
Wali Kota Sibolga, Jamaluddin Pohan berbincang akrab dengan Kepala Lembaga Penyiran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) Sibolga, Ade Irosadi Harahap, di Aula Kantor RRI Sibolga, Selasa (26/7/2022).
Perbincangan keduanya terjadi usai Wali Kota Sibolga menyampaikan pidato radio menjelang peringatan hari proklamasi kemerdekaan RI ke 77 melalui siaran RRI.
Dalam perbincangan tersebut, Ade menyampaikan keinginan RRI Sibolga membangun kerjasama terprogram dengan Pemkot Sibolga dalam pelaksanaan pembangunan daerah.
“Nanti, pak Wali bisa undang RRI Sibolga rapat produksi siaran untuk menyamakan visi dan misi dari program urgensi dan prioritas pemerintah daerah. Sehingga, kami fokus terhadap apa yang diinginkan pemerintah daerah. Sekaligus, untuk mengimbangi opini-opini destruktif (merusak),” katanya kepada Wali Kota Sibolga.
Selain itu, Ade yang terbilang baru bertugas di RRI Sibolga, mengungkapkan ketertarikannya pada ikon Kota Sibolga sebagai daerah produsen ikan di kawasan Pantai Barat Sumatera Utara.
Namun, menurutnya ikon tersebut belum tercermin melalui produk usaha kecil dan menengah (UKM), yang ada di Sibolga.
“Sibolga Kota Ikan. Tapi, saya keliling Sibolga, keripik singkong yang banyak ditemukan. Mana produk turunan dari ikannya. Itu, yang menarik bagi saya untuk bisa membantu pemerintah daerah melalui RRI untuk memberikan solusi,” ujarnya
Menanggapi penyampaian Kepala RRI Sibolga, Jamal menyatakan Pemkot Sibolga saat ini tengah memacu pelaksanaan program berbasis lingkungan.
“Berbasis lingkungan itu, hakekat dari otonomi daerah yang kita (Pemkot Sibolga) aplikasikan. Setiap warga mulai dari balita hingga lansia akan mendapatkan hak pembangunan yang sama, di setiap lingkungan,” sebutnya
Selain berupaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan pendidikan, Pemkot Sibolga konsen membangun sektor pariwisata.
Karenanya, kata Jamaluddin, Pemkot Sibolga berencana melakukan pengembangan pariwisata bahari di Pulau Poncan.
“Sudah dibentuk tim percepatan pengembangan Pulau Poncan untuk membuka wisata camping ground (perkemahan). Fasilitasnya dibangun oleh pemerintah daerah, para pelaku usaha bisa berjualan di sana. Yang penting pelaku usaha bayar retribusi ke daerah,” jelasnya.
“Tanpa pariwisata, Sibolga sulit berkembang. Karena, Sibolga tidak memiliki lahan pertanian dan pertambangan. Potensi laut, pun bukan lagi menjadi kewenangan daerah,” bebernya.
Di akhir perbincangan, keduanya menyepakati untuk saling mendukung percepatan pembangunan di Sibolga. (riz)









