TAPTENG NEWS – Sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam meningkatkan kesiapsiagaan seluruh pegawai guna menghadapi potensi keadaan darurat di lingkungan kerja, PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Labuhan Angin Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara menggelar kegiatan simulasi tanggap darurat 2025.
Selaku Team Leader K3 & Keamanan, Deffri Supriyan, menyampaikan laporan kegiatan yang menekankan pentingnya budaya keselamatan kerja.
Pelaksanaan penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia guna mendukung Penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3) untuk meningkatkan produktivitas itu diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia raya yang dilanjutkan dengan hymne dan mars PLN.
Manager PLN Indonesia Power UBP Labuhan Angin Hendri Aman Purba mengapresiasi semangat seluruh peserta dan dukungan dari berbagai pihak eksternal yang bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan menyegarkan kembali kompetensi tim dalam menghadapi potensi bencana.
“Simulasi ini dilaksanakan di Dermaga Pelabuhan Jetty UBP Labuhan Angin, bersama tim profesional dari Basarnas Sibolga tujuan utamanya adalah melatih prosedur evakuasi diri, evakuasi korban, dan koordinasi penanganan darurat di area pembangkit,” kata Hendri, Senin (15/9/2025).
Secara simbolis, kegiatan simulasi ini resmi dimulai dengan pembunyian alarm tanda darurat dengan menghadirkan berbagai skenario tanggap darurat yang melibatkan narasumber profesional, diantaranya.
1. Simulasi tanggap darurat kebakaran-formasi tim kebakaran dan teknik pemadaman menggunakan APAR, bersama Damkar Sibolga.
2. Simulasi penanganan limbah–oleh HSE Sumut, menekankan prosedur aman dan ramah lingkungan.
3. Simulasi penyelamatan korban dalam ruangan–evakuasi korban dalam ruang kebakaran, bekerja sama dengan Damkar Sibolga.
4. Simulasi tanggap darurat korban tenggelam–penanganan awal korban tenggelam, dipandu tenaga medis dari RS Metta Medika Sibolga.
5. Simulasi tanggap darurat korban dalam air–mencakup teknik evakuasi, penggunaan APD, serta metode penyelamatan di perairan.
Pihaknya juga komitmen untuk terus membangun budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) guna meningkatkan kewaspadaan, serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak eksternal dalam menjaga keamanan dan keselamatan operasional perusahaan.
Usai seluruh rangkaian simulasi, kegiatan dilanjutkan dengan Lucky Draw sebagai bentuk apresiasi kepada peserta yang berpartisipasi aktif. Acara kemudian ditutup dengan foto bersama antara manajemen, narasumber, dan peserta. (rizki)






