Aksi Demo di Tapteng Ricuh, Oknum Anggota DPRD Sumut Rahmansyah Sibarani Terlibat Bentrok

Sumut354 Dilihat

TAPTENG NEWS – Anggota DPRD Sumatera Utara dari Partai Nasdem, Rahmansah Sibarani terlibat bentrok dengan massa yang hendak melakukan aksi demonstrasi ke Kantor DPRD Tapanuli Tengah (Tapteng), Jumat (31/10/2025).

Bentrok terjadi ketika massa pendemo berjalan kaki melewati rumah eks Bupati Tapteng, Bakhtiar Ahmad Sibarani di Jalan Raja Junjungan Lubis, Pandan.

Meski dikawal mobil patroli polisi, massa pendemo tersebut langsung dihadang sekelompok orang yang sebelumnya bersiaga di rumah mewah milik Bakhtiar Ahmad Sibarani.

Diduga kuat, sekelompok orang yang menghadang massa pendemo adalah pendukung Bakhtiar Ahmad Sibarani

Dalam peristiwa itu, spanduk pendemo dirampas dan dirobek. Ada pula korban yang dipukuli. Bahkan, orator aksi yang berada di atas mobil pun tak luput dari amukan sekelompok orang tersebut.

Kericuhan pun berlanjut, suasana sempat mencekam setelah massa kedua kubu saling melempar batu. Anggota DPRD Sumut, Rahmansah Sibarani juga terlibat dalam aksi pelemparan batu tersebut.

Banyak warga menutup rumah dan tempat usahanya karena lemparan batu. Polisi mengerahkan mobil water canon. Kedua kubu pun bubar setelah disemprot air.

Kapolres Tapteng, AKBP Wahyu Endrajaya turun dan berupaya mendamaikan suasana dan membujuk pendemo bubar dan melanjutkan tujuannya ke kantor DPRD Tapteng.

“Sudah, sudah, Pak. Bubar ya. Warga yang tidak berdemo mohon rumahnya ditutup ya. Nanti kalau sudah selesai dan aman bisa dibuka lagi,” ucap Wahyu.

Massa pendemo pun melanjutkan aksi ke kantor DPRD Tapteng, mempertanyakan proyek multiyears pembangunan gedung kantor bupati yang mangkrak.

Pendemo menuntut DPRD Tapteng membentuk Pansus terkait gedung kantor bupati yang mangkrak sejak dibangun 2020, dan menghabiskan uang rakyat hingga mencapai puluhan miliar rupiah.

Para pendemo juga memaksa untuk masuk ke kantor DPRD setelah berunjuk rasa selama dua jam tak ada hasilnya.

Permintaan massa pendemo mendapat penolakan. Anggota kepolisian sudah memasang barisan mengamankan para pendemo masuk. Termasuk Kapolres Tapteng, AKBP Wahyu Endrajaya.

Anggota DPRD Tapteng, Madayansah Tambunan datang menemui pendemo. Ia menjelaskan akan menampung aspirasi pendemo soal kantor bupati mangkrak.

“Bentuk Pansus Hak Angket harus disetujui minimal oleh 24 anggota DPRD,” kata Madayansyah Tambunan. (int)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *