Sedimen Menggunung Imbas Banjir Sibolga, Sungai Aek Doras Dikeruk

Nasional507 Dilihat

SIBOLGA NEWS  – Sungai Aek Doras di Kota Sibolga, Sumatera Utara mengalami pendangkalan akibat material sedimen banjir yang menumpuk di alur sungai.

Kondisi tersebut menyebabkan penurunan kapasitas tampung sungai dan meningkatkan potensi limpasan air ke kawasan permukiman saat hujan berintensitas tinggi.

Sebagai upaya mitigasi banjir dan pemulihan infrastruktur sumber daya air pascabencana di Sumatera Utara, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan melakukan percepatan normalisasi sedimentasi dan pembukaan kembali alur Sungai Aek Doras.

Menteri PU Dody Hanggodo meninjau langsung penanganan sedimentasi Sungai Aek Doras di Sibolga. Dalam Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan proses normalisasi sungai pascabencana berjalan optimal dalam rangka mengurangi risiko banjir dan melindungi kawasan permukiman masyarakat.

 “Sedimentasi yang menumpuk harus segera ditangani agar fungsi sungai kembali normal. Normalisasi ini penting untuk menurunkan risiko banjir dan memberikan rasa aman bagi masyarakat,” kata Dody, dikutip dari keterangan resmi, Kamis (29/01/2026).

Kegiatan normalisasi Sungai Aek Doras meliputi pengerukan sedimen, penataan ulang alur sungai, serta pengangkutan material hasil pengerukan. Langkah tersebut bertujuan mengembalikan penampang sungai agar aliran air lebih lancar, menekan potensi genangan, serta memulihkan fungsi sungai sebagai pengendali banjir alami.

Untuk mempercepat pekerjaan, BBWS Sumatera II Medan memobilisasi sejumlah alat berat, yakni 5 unit excavator PC 200, 1 unit excavator PC 75, 2 unit excavator long arm, 1 unit bulldozer, 1 unit backhoe loader, serta 8 unit dump truck.

Dalam kunjungannya Dody juga menginstruksikan agar pelaksanaan normalisasi sungai dikawal secara berkelanjutan agar hasil penanganan dapat bertahan dalam jangka menengah, sembari disiapkan langkah pengendalian sungai yang lebih menyeluruh.

Selain Sungai Aek Doras, Kementerian PU melalui BBWS Sumatera II Medan juga melakukan penanganan pada sejumlah sungai lain di wilayah terdampak bencana secara paralel. Sungai Aek Habil dinormalisasi dengan dukungan 2 unit excavator PC 200.

Sementara itu, Sungai Aek Tukka ditangani dengan 4 unit excavator PC 200. Penanganan Sungai Aek Hajoran dilakukan menggunakan 1 unit excavator PC 200, 2 unit excavator long arm, serta 1 unit excavator capit untuk normalisasi dan pembersihan kayu. Adapun Sungai Aek Garoga ditangani dengan 8 unit excavator PC 200, 2 unit excavator long arm, dan 1 unit excavator capit.

Sementara di Sungai Aek Batang Toru dikerahkan 3 unit excavator PC 200 dan 1 unit excavator long arm. Kementerian PU menyatakan terus berkomitmen mempercepat penanganan sungai-sungai terdampak bencana di Sumatera Utara sebagai bagian dari langkah tanggap darurat dan mitigasi risiko bencana, dengan mengedepankan kecepatan, ketepatan teknis, serta keselamatan masyarakat. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *