Jalan Ruas Keliling Hutabalang, Pekerjaan Proyek Terkesan Dikerjakan Asal Jadi

TAPTENG NEWS – JAM 12.00 WIB

            Proyek peningkatan jalan ruas keliling Hutabalang, yang dikerjakan oleh CV Faomasi dengan nilai kontrak Rp. 988.400.000. Tahun anggaran 2018, sumber dana DAK, yang ada di Desa Kelambu, Kelurahan Hutabalang, Kecamatan Badiri, Tapteng terkesan dikerjakan asal jadi oleh pihak rekanan

            “Proyek tersebut dikerjakan asal jadi, dan tidak pernah ada pengawasan dari pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Tapteng,” ucap Ketua Investigas LSM KPK Mangatan Lumbantobing didampingi Nurhayati Boru Regar Ketua Tim Bidang Kesejahteraan Masyarakat kepada Tapanuli News 24 Jam, Selasa (7/8)

Dijelaskannya, hasil temuan kami dilapangan bahwa campuran semen tidak memenuhi standar Nasional Indonesia (SNI). Kami menduga kalau campuran seman yang digunakan 1 banding 6, dan material yang digunakan material hasil bongkaran dari bangunan lama dan itu yang dipakai kembali.

“Material yang digunakan material hasil bongkaran, karena masih terlihat berlumuran lumpur. Tidak dibersihkan terlebih dahulu, posisinya masih kotor dan berlumpur. Ketika bahan material itu dipakai, pasti tidak akan menempel atau tidak menyatu kesemen. Apalagi pengadukan semennya dengan cara manual, padahal ada mesin molen pengaduk semen. Akan tetapi tidak dipakai dengan alasan para pekerja kalau molen tersebut sedang rusak,” ucapnya

Proyek Peningkatan Jalan Ruas Keliling Hutabalang Terkesan Asal Jadi

Lanjutnya, ketika kami tanyakan kepada pekerja yang bermarga Gulo mengenai molen pengaduk semen kenapa tidak digunakan. Dengan lantangnya pekerja yang marga Gulo ini mengatakan kalau Molen tersebut sedang rusak dan akan dibawa nanti kerumah sakit

“Molen itu tidak kami pakai karena rusak, dan rencananya akan dibawa kerumah sakit dulu,” ujarnya menirukan ucapan pekerja yang bermarga Gulo

Plang Proyek Pekerjaan

Sambungnya, kita minta kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Tapteng untuk menghentikan pekerjaan tersebut.

“Karena hasil investigasi kami dilapangan masyarakat sekitar sepertinya menolak bangunan tersebut, dikarenakan kualitas banguna tersebut diragukan,” pungkasnya. (hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *