Tidak Miliki Keluarga, Penderita HIV Dibawah Pengawasan Dinsos

Tapanuli Tengah755 Dilihat

TAPTENG NEWS – JAM 10.00 WIB

Seorang Penderita HIV berinisial M (21) warga jalan baru Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah saat ini sedang menjalani perobatan di  RSUD Pandan di bawah  pengawasan dinas Sosial Tapanuli Tengah (Tapteng).

Plt Kadis Sosial Tapteng Parulian S.Panggabean menjelaskan pasien saat ini dalam Pengawasan Dinas Sosial Tapteng sedang menjalani perobatan di RSUD Pandan, kita mencoba memfasilitasi agar pasien direhabilitasi di Panti Sosial Rehabilitasi Sosial orang dengan HIV Bahagia Kementerian RI di Kota Medan, namun hingga saat ini belum terwujud karena tidak memenuhi kriteria yang dikeluarkan panti sosial.

“Pasien tidak memiliki keluarga, pihak yang dapat dihubungi selama rehabitasi sosial di PSRSODH Bahagia, dan kita sudah berusaha mencari informasi baik dari bidan Ros, tidak ada kerabat pasien di wilayah Kecamatan Pandan dan tidak ada yang bertanggung jawab maka sesuai dengan arahan Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani agar pasien tertolong dan diberikan perawatan,” kata Parulian

Selanjutnya, atas koordinasi Dinas Kesehatan Tapteng dengan Dinas Sosial Tapteng bersama – sama melakukan kunjungan terhadap pasien maka diambil kesimpulan  segala pembiayaan yang keluar selama perobatan di RSUD Pandan ditanggung oleh Dinkes Tapteng dan Dinsos Tapteng.

Kadis Sosial Tapteng menjelaskan kronologi pasien positif HIV dan TB Mrs. X berinisial M Berdasarkan laporan dari Puskesmas Pandan, Kepling Lk V Sibuluan Nauli (Torong Silitonga) melaporkan kepada Bindes (Rosmawati Aritonang) bahwa ada pasien (Mrs. X) yang dicurigai sakit kronis di daerah Cafe Yohana Br. Tanjung alias si unda (pemilik lapo) beralamat Jl.  Baru dekat Mesjid Perumahan Matahari Kelurahan Sibuluan  Nauli.

Bidan Ros melaporkan  kepada petugas Puskesmas Pandan yang bernama Sri Mulyani bahwa ada Mrs. X dengan gajala batuk, dan setelah disurvey oleh petugas pasien tersebut adalah seorang PSK (Pekeja Seks Komersial) dan sudah lama menderita sakit, dan asal Palembang.

“Tapi Mrs X tidak mau memberitahukan asal usul selengkapnya dan tidak ada Kartu Identitas (KK dan KTP nya), kemudian petugas melakukan scrcening test HIV dan test TB dengan membawa Sputum (dahak) ke RSUD Pandan Bidan Ros ternyata hasilnya postif HIV dan TBC, Mrx  diberikan obat TBC oleh petugas,” papar Bidan Ros

Untuk itu, pasien tersebut hingga saat ini masih dibawah pengawasan Dinas Sosial Kabupaten Tapteng Koordinasi dengan Dinas Kesehatan Tapteng dan RSUD Pandan.

“Kami juga menghimbau kepada masyarakat yang mengetahui keberadaan keluarga Pasien, agar memberikan informasinya kepada kami atau dapat menghubungi kami di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Tapteng, sehingga Pasien dapat dirujuk dan dirawat di Panti Sosial Rehabilitasi Sosial Orang dengan HIV Bahagia Kementerian  RI di Kota Medan,” harapnya. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *