SIBOLGA NEWS – JAM 14.30 WIB
Jalan Thaib Tobing Kelurahan Aek Habil Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga adalah merupakan jalan keliling sebagai jalan ke permukiman warga yang terletak di belakang Jalan M.S. Sianturi.
Kondisi jalan ini sangat memprihatinkan. Selain dipenuhi lubang hampir seluruh permukaan jalan hanya berupa tanah dan bebatuan yang berserakan, saat musim hujan jalan ini terus digenangi air.
Salah seorang warga setempat yang juga sebagai tokoh masyarakat Kota Sibolga, Imat Lubis ketika dikonfirmasi Tapanuli News, Rabu (12/9) mengatakan 15 tahun jalan Thaib Tobing ini terkesan dianak tirikan dan tidak pernah diperbaiki tanpa ada perhatian dari Pemerintah Kota (Pemko) Sibolga. Padahal ratusan warga setiap harinya melintasi jalan ini.
“Setiap harinya, sejumlah kendaraan seperti sepeda motor, betor dan kendaraan lainnya biasanya melintasi jalan ini, sebab hampir seluruh badan jalan ini dipenuhi lubang dan digenangi air. Sehingga badan jalan makin parah, kalau warga lainnya sesekali melintasi jalan ini jika tidak hati – hati bisa saja mengalami kecelakaan. Karena kalau sedang digenangi air tidak tahu mana badan jalan yang masih bagus dan jalan yang berlubang,” kata Imat.
Dikatakannya, sejak jalan ini ada, dibangun di masa periode walikota Sibolga yang sebelumnya Drs. Sahat P. Panggabean. Dibuat sebagai jalan masyarakat yang bermukim di belakang jalan MS. Sianturi. Semenjak itu pulalah, sudah 15 tahun jalan ini tidak pernah diperbaiki oleh pemerintah sekarang sampai hampir 2 periode. Padahal kepentingan jalan ini sangat dibutuhkan masyarakat karena adanya tempat rumah pengajian pendidikan Al-Qur’an yang banyak melahirkan qori-qori mengharumkan nama Kota Sibolga bahkan Syarfi Hutauruk sebagai Walikota Sibolga selama periodenya tanpa ada perhatiannya untuk memperbaiki jalan ini, sehingga permukiman masyarakat di dalam belum pernah menganggap merdeka.
“Kami sebagai warga disini sudah tiga kali mengajukan jalan ini untuk diperbaiki melalui Musrembang baik tingkat Kelurahan maupun tingkat Kecamatan. Bahkan kami sudah pernah mengusulkan kepada anggota dewan yang membidangi komisi di bagian pembangunan, namun sampai saat ini jalan ini tidak ada tanda – tanda untuk diperbaiki,” ucapnya
Lanjutnya, kemana APBD Kota Sibolga 500 – 600 miliar pertahun. Sehingga jalan di dalam Kota Sibolga di lingkungan kami ini bila musim hujan bagaikan aliran sungai yang dilalui masyarakat. Memang mengherankan bagi kami semua yang tinggal di dalam belakang jalan MS. Sianturi. Ada pilih kasih semacam dendam kepada orang tertentu yang tidak cenderung sewaktu Pilkada 2015 lalu.
“Kemana uang 600 miliar pertahun dipergunakan? Itu adalah uang rakyat, seharusnya pembangunan dipentingkan untuk rakyat. Bukan fasilitas atau perkantoran – perkantoran yang terus dibangun. Ini kita lihat sekarang bukti nyata segala fasilitas pemerintahan dibangun, padahal belum waktunya untuk dibangun dan direnovasi,” jelasnya seraya berharap kepada Pemko Sibolga agar jalan ini segara diperbaiki, karena jalan ini adalah jalan satu-satunya prasarana yang digunakan warga. (hs)






