Pembangunan Saluran Draianse Di Pananggahan Dikerjakan Asal Jadi

Tapanuli Tengah1112 Dilihat

TAPTENG NEWS – JAM 10.30 WIB

Proyek pembangunan saluran drainase di Lingkungan I Desa Pananggahan Kecamatan Sorkam, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) terlihat dikerjakan asal – asalan sementara masyarakat tidak mengetahui detail pelaksanaan proyek tersebut, karena di lapangan tidak terpasang plank proyek. Selasa (29/1)

Seorang warga, bermarga Gultom (48) menyebutkan ragu dengan pengerjaan proyek yang kabarnya proyek tersebut dikerjakan pada Oktober 2018. Secara kasat mata proyek tersebut dikerjakan asal – asalan tanpa perencanan yang matang. Yang membuat aneh dari pelaksanaan proyek tersebut dikhawatirkan tidak bertahan lama disebabkan pipa yang dipasang di tengah jurang sebagai penyambung saluran air (drainase) akan berdampak longsor tidak bisa menampung debit air bila di musim penghujan.

“Dari pelaksanaan proyek tersebut tidak ditemukan adanya plank proyek, sehingga masyarakat tidak mengetahui informasi tentang siapa pelaksana proyek tersebut, berapa anggaran, waktu pengerjaan dan volume pekerjaan,” sebutnya.

Sementara itu, sebelumnya Ketua LSM Lembaga Independen Pengawasan Pejabat Aparatur Negara (LIPPAN) Sibolga-Tapteng Mangudut Hutagalung, juga sudah mengkritisi pengerjaan proyek ini.

Dia menyesalkan adanya pelaksanaan proyek dilakukan tidak mengikuti peraturan. Termasuk dengan tidak memasang plank proyek di lapangan.

Disebutkannya, memasang plank proyek adalah aturan yang tertuang dalam Perpres No. 70 tahun 2012. Selain itu juga Peraturan Menteri (Permen) Pekerjaan Umum (PU) No. 12 tahun 2014 tentang pembangunan drainase.

“Regulasi ini mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek. Yakni memuat jenis kegiatan, lokasi, proyek dan nilai kontrak, serta jangka waktu atau lama pengerjaan proyek,” sebutnya.

Untuk memastikan proyek tersebut apakah proyek dari pemerintah atau dari dana desa (DD), Kepala Desa Pananggahan ketika hendak dikonfirmasi dikediamannya, tidak berada di

tempat dan menurut salah seorang dari keluarganya, Kepala Desa sedang berapa di Pandan, Tapteng. (nt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *