Hujan Seharian, Jalan Lintas Rampah Alami Longsor

Tapanuli Tengah1207 Dilihat

TAPTENG NEWS – JAM 15.00 WIB

Di ruas jalan Rampa Poriaha, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), tepatnya di Km 8 dan 9 terlihat bebatuan kerikil yang kecil dan besar berserakan serta ada pohon tumbang Sabtu (2/02) sore pasca hujan deras disertai angin kencang mengguyur daerah tersebut.

Kondisi terparah terpantau di Km 8, ruas jalan nyaris tertutup batu yang jumlahnya cukup banyak terbawa arus air.

Akibatnya, pengendara motor dan mobil harus berhati – hati melintasi jalan itu. Apalagi, selain batu, ada juga pasir.

Pantauan di lokasi ada beberapa warga yang memanfaatkan situasi itu dengan mengambil material longsor berupa kayu.

“Tadi pagi (Sabtu,red) longsornya ini pak, lumayan kayu – kayu ini bisa kami manfaatkan,” ujar wanita paruh baya bersama seorang anak yang membantunya memotong kayu yang berada di atas tumpukan longsor.

Di kawasan Km 8 dan 9 ini juga terdapat 3 titik longsor. Terparah terjadi di Kecamatan Sitahuis yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Tapian Nauli, tepatnya di Desa Mardame.

“Longsornya ini terjadi pada Sabtu subuh, ruas jalan ini tertutup, dan arus lalu lintas sempat lumpuh total,” ucap warga yang mengaku bermarga Tobing kepada Tapanuli News 24 Jam di lokasi.

Tobing bersama rekan – rekan sekampungnya pun berupaya membuka akses agar minimal bisa dilalui kenderaan roda dua dan empat.

“Sejak pagi kami di sini membuka akses jalan dengan membersihkan material longsor ini. Kalau untuk seluruhnya kita bersihkan gak mau kami. Alat kami cuma manual pakai cangkul dan parang,” terangnya.

Meskipun kondisi ruas jalan itu demikian, namun pantauan dilapangan hingga Sabtu sore, belum ada pihak terkait yang turun ke lokasi untuk membersihkan material longsor. (nt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *