Dilapangan GOR Pandan, Wabup Darwin Sitompul Irup Hardiknas 2019

TAPTENG NEWS – JAM 8.00 WIB

Wakil Bupati Tapanuli Tengah Darwin Sitompul menjadi Inspektur Upacara di Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Kamis (2/5) sekira jam 08.00 Wib.

Dalam upacara yang di gelar di lapangan bola kaki pandan dihadiri Kapolres Tapteng AKBP Sukamat, Dandim 0211/TT Lerkol Inf Jimmy Rihi Tugu, Dan Sat Radar 234 Sibolga

Ratusan peserta upacara antusias mengikuti rangkaian prosesi yang di awali dengan pembacaan Pancasila, UUD 1945 dan Pengibaran Bendera Merah Putih serta mengheningkan cipta oleh Inspektur upacara.

Dalam amanat menteri pendidikan yang di bacakan oleh Inspektur Upacara, menegaskan bahwa selama 4 tahun masa pemerintahan Presiden Joko Widodo – Yusuf Kalla lebih difokuskan pada pembangunan infrastruktur atau prasarana.

“Pembangunan prasarana transportasi darat, laut maupun udara. Mulai jalan tol hingga jalan pedesaan, pelabuhan, dan lapangan terbang,” katanya

Di samping itu lanjutnya, infrastruktur komunikasi, infrastruktur pengairan untuk memenuhi kebutuhan air dan irigasi serta infrastruktur energi. Kecukupan infrastruktur adalah merupakan pra syarat untuk menjadi negara maju. Tidak ada satupun negara maju tanpa didukung infrastruktur yang cukup, dalam hal infrastruktur ini sebagaimana dinyatakan oleh Presiden Jokowi, Indonesia baru memiliki sekitar 39 persen dari yang seharusnya.

“Walaupun demikian, alhamdulillah, pembangunan infrastruktur dalam empat tahun terakhir ini kian dirasakan manfaatnya. Di samping pembangunan infrastruktur, Pemerintahan juga memulai pembangunan dari pinggiran. Keduanya memiliki makna yang mendalam, dengan terbangunnya infrastruktur khususnya transportasi dan komunikasi, konektivitas seluruh wilayah Indonesia dapat diwujudkan,” ucap Darwin Sitompul saat membacakan pidato amanat menteri pendidikan

Mentri pendidikan juga menegaskan bahwa wilayah Indonesia betul – betul tersatukan di alam nyata, bukan hanya di alam idea. Di sisi lain, pembangunan di wilayah pinggiran dapat mempertegas kehadiran dan kedaulatan negara.

“Kalau singa jantan, si Raja hutan, menandai batas wilayah kekuasaannya dengan menebar aroma air seninya, negara menandai batas kedaulatannya dengan menebar “Aroma” pembangunan besar – besaran di wilayah pinggiran dan perbatasan,” jelasnya Wakil Bupati membacakan amanat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Muhadjir Effendy. (ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *