Di Perairan Pulau Mursala Mayat Pria Tangan Terikat Mengapung

TAPTENG NEWS – JAM 10.00 WIB

Sesosok mayat pria ditemukan tewas terapung di kawasan laut Pulau Mursala, dekat Pulau Putri, Kecamatan Tapian Nauli Kabupaten Tapanuli Tengah. Selasa (28/5) sekitar jam 10.00 Wib

Tim Basarnas Sibolga sebanyak 18 orang langsung terjun ke lokasi yang dipimpin oleh kepala Pos SAR Sibolga Hari Susanto dan dibantu petugas dari Lanal Sibolga sebanyak 2 orang yakni Pol Airud Mabes Polri BKO Perairan Sibolga KP Bangau 5006, 2 orang bersama awak media langsung ke lokasi.

Kepala Pos Tim SAR Sibolga, Heri Susanto ketika dikonfirmasi MBM membenarkan telah mendapat laporan penemuan mayat tersebut.

“Saya sudah mendapatkan laporannya dari seorang wanita bernama Monica Mendrofa disaat saya sedang mengikuti acara di Polres Tapteng,” katanya.

Ini Tim Basarnas, lanjut Heri akan segera bergerak ke Pos SAR dan menyiapkan anggota dan kapal menuju lokasi.

Sekitar jam 12.30 WIB. Tim Basarnas tiba dilokasi ditemukannya mayat terapung dilaut dan sudah gembung dan mengeluarkan bau tidak sedap.

Hari Susanto juga menjelaskan Monica Mendrofa lah yang pertama menemukan mayat itu kepada awak MBM di atas kapal KN (Kapal Negara) SAR Nakula 230. Dia (Monica-red) bersama keluarganya menemukan mayat tersebut ketika hendak liburan ke Pulau Mursala.

“Di saat melintas di Pulau Putri, Monica dan kawan – kawannya melihat ada mayat terapung di laut. Pertama dia pikir batang kayu atau jenis lainnya,” sebut Hari menirukan penuturan Monica.

Melalui sambungan telepon selular Monica kepada awak media. Awalnya mereka melihat benda yang terpung itu patung atau batang kayu. Tetapi karena ingin memastikan mereka miminta pengemudi motor bot yang ditumpangi untuk mendekat.

“Setelah kami mendekat, ternyata itu adalah sesosok mayat laki – laki kisaran usianya 40-an tahun dengan posisi kaki dan tangan diikat tali, dan mulutnya dilakban,” ungkapnya.

Monica mengaku sempat takut dengan ditemukannya mayat itu. Dia pun menghubungi bapak tuanya Pendeta Juniaro Mendrofa yang tinggal di Pandan, kemudian menghubungi Tim SAR. (ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *