TAPTENG NEWS – JAM 9.00 WIB
Kapolres Tapanuli Tengah AKBP Sukamat mengatakan, terkait pembunuhan yang dilakukan DP (20) dan NN (18) benar Pasangan Suami Istri (Pasutri) yang berdomisili di Medan dan mencari nafkah di Pandan (Tapteng) karena tidak ada ongkos ke Medan. Pelaku menghabisi nyawa korban dengan memaksa masuk ke kamar kos korban.
Karena pendalaman di tempat kejadian perkara (TKP), Polres Tapteng berhasil amankan Pasutri yang masih muda di Marelan (Medan), adapun motif Pasutri ini adalah kekurangan ekonomi. Awalnya karena ingin niat meminjam uang sebesar Rp. 200.000
“Namun niat itu berubah karena ketidak percayaan pelaku terhadap korban, karena setingkat atau pegawai bank Mandiri Syariah tidak mungkin tidak ada uang sebesar Rp 200.000. Sehingga ada pemaksaan kepada korban, pertama pelaku menguasai kamar dan menyekap korban karena korban merasa terancam dan teriak disitulah pelaku menghabisi nyawa korban,” ujar Sukamat, Rabu (19/6) sekira jam 09.00 WIB.
Selanjutnya, pelaku mencekik korban dan menyeretnya ke kamar mandi dan di bentukran ke dinding dan closed. Sehingga pingsan dan di tutupkan dengan kain sholat sampai tewas.
Kapolres katakan, Pelaku dikenakan pasal 365 ayat 4 paling rendah ancaman seumur hidup penjara.
Pelaku utama sampai saat ini adalah DP dan diketahui istrinya NN, pada saat itu sebelum tewasnya korban sempat berkumpul dengan temanya pada malam kejadian itu dan melakukan Sholat di kos dan melakukan kegiatan mencuci baju.
“Pelaku adalah tetangga korban dan ditangkap di Marelan Medan Gang Wakaf oleh tim gabungan, karena menurut daripada saksi pelaku ini adalah dililit hutang selama 4 bulan dan kedua mereka ingin kembali ke Medan karena tidak memiliki ongkos,” ungkap Kapolres.
Sementara pihak kepolisian menelisir pelaku sudah dua kali ke kamar korban, karena sebelumya pada tanggal 7 Mei 2019 laki – laki ini sudah masuk ke kos korban dan mengambil dua jam tangan korban yang ber merek.
“Suami nya ini adalah perkerja di warnet dan istrinya penjaga ayam penyet, karena suami nya ini di pecat dan gaji istrinya tidak mencukupi makanya pelaku tega menghabisi nyawa korban,” timpal Kapolres. (ben)












