Ketua DPW PPNI Sumut : Rumah Sakit Sebesar Itu, Tapi Penempatan SDM Tidak Sesuai

oleh -514 views
Ketua DPW PPNI Provinsi Sumatera Utara Mahsur Alhazkiyani yan didampaingi Ketua PPNI Kota Sibolga Sahat Hutajulu

SIBOLGA NEWS – JAM 12.00 WIB

Terkait dengan adanya kejadian salah seorang pasien yang meninggal di Rumah Sakit Sibolga yang diduga akibat salah memberikan obat dengan cara disuntik, Ketua DPW PPNI Provinsi Sumatera Utara Mahsur Alhazkiyani kembali menyanggah bahwa itu bukanlah anggotanya.

“Setelah kami lakukan klarifikasi terhadap pengurus PPNI kota Sibolga yang diketuai Sahat Hutajulu yang mana disaat kejadian yang bertugas itu bukanlah anggota kami dan bukanlah dari organisasi profesi kami,” ucapnya saat dikonfirmasi Tapanuli News 24 Jam usai menggelar kegiatan sunat massal di Kantor Golkar Sibolga, Kamis (11/07)

Dirinya juga menyebut, bahwa sangat disayangkan Rumah Sakit yang sangat besar tersebut, penempatan sumber daya manusianya (SDM) tidak sesuai Job descriptionnya masing – masing.

“Harusnya di zaman modren sekarang ini sistem pelayanan terpadu atau pun sistem pelayanan yang lainnya harus ditingkatkan dengan baik,” ujarnya.

Ia pun berharap kepada Pemerintah kota Sibolga untuk mengupdate keilmuan perawat – perawat yang ada di kota Sibolga, karena selama ini kami dari organisasi Provinsi PPNI sudah berupaya dengan maksimal melakukan kegiatan – kegiatan ilmiah dalam rangka update keilmuan kami dengan anggota anggota PPNI yang berada di Sibolga.

“Sehingga orang – orang yang ditempatkan diruangan – ruangan atau pun ruang tertentu lainnya, hendaknya harus sesuailah dengan kompetensi tenaga kesehatan yang ada di kota Sibolga dan sesuai dengan aturan dan regulasi yang berlaku,” katanya.

Dirinya menghimbau kepada anggota PPNI Sibolga untuk selalu menyadari pentingnya aspek legal dalam menjalankan praktik sebagai seorang perawat atau pun sebagai tenaga kesehatan. Kemudian tetap mengurus surat tanda registrasinya kemudian surat izin praktek perawatnya jangan sampai masa berlakunya habis dan jangan sampai tidak ada STR ataupun izin praktek lainnya.

“Sehingga kalau ada masalah nanti akan memberatkan kita sebagai pelayan kesehatan dalam menjalankan praktek dimata hukum. Jangan sampai gara – gara kejadian ini lesu atau pun berkurang semangatnya jadikan ini motivasi kita bersama untuk lebih baik dalam melaksanakan tugas sebagai seorang perawat begitu juga mengabdikan diri sebgai ASN atau pun yang sudah di tugaskan bekerja di Rumah Sakit,” terangnya. (riz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *