SIBOLGA NEWS – JAM 9.20 WIB
Terlalu lama mengganggur, salah seorang buruh ASDP Kota Sibolga ditinggal istri. Pasalnya, masyarakat yang ada di sekitar kompleks pelabuhan ASDP kota sibolga ini, menggantungkan harapan untuk dapat berkerja setidaknya menjadi buruh di pelabuhan.
Namun sayang disebabkan adanya putusan sepihak dari ASDP yang tidak memperbolehkan barang curah di muat ke kapal. Alhasil puluhan buruh pekerja kasar tersebut pun menjadi pengangguran.
Sungguh miris memang, pelabuhan ASDP Kota Sibolga yang tidak lain merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Sibolga, yang menjadi kebanggan inipun tidak dapat lagi membuka peluang kerja bagi masyarakatnya sendiri, khususnya warga sekitar di pelabuhan.
Dari informasi yang di himpun, ternyata ada hal dibalik ditariknya kebijakan dan kearipan lokal yang selama ini berjalan, alih – alih ada tarik ulur dalam pengelolahan bongkar muat tersebut.
Disisi lain, tragisnya puluhan pekerja buruh menjadi korban atas nafsu para oknum yang rakus akan gemerlapnya dunia.
Misalnya, sebut saja Ucok nama samaran salah satu pekerja buruh di Pelabuhan ASDP yang sudah lebih dari 3 bulan menganggur ini ditinggal pergi istrinya. Tentu saja karena sudah tidak dapat lagi memenuhi kebutuhan sehari – hari keluarganya.
“Apalagi mau dibuat kalau sudah menganggur gini bang, kerja tak kerjalah. Kebutuhan banyak di rumah, anak mau sekolah lagi. Tapi sudahlah istri juga sudah pergi alias minta cerai karena sering ribut masalah perkerjaan,” lirihnya, Jumat (27/09).
Keterpurukan ekonomi disertai melonjaknya sembako atau sembilan bahan pokok akhir – akhir ini menjadi persoalan.
“Kita bersama yang tentunya mencari solusi agar tidak memunculkan persoalan baru, bukan malah mempersulit masyarakat yang sudah terjepit,” koar masyarakat sekitar.
Sebagaimana polemik yang sedang terjadi saat ini di pelabuhan ASDP Kota Sibolga, pihak ASDP dengan tiba – tiba, menarik kebijakan secara sepihak sehingga membuat puluhan pekerja buruh pelabuhan menjerit. (ben)






