Pemko Sibolga Tidak Buka Rekrutmen CPNS 2019

oleh -245 views
Kepala Bidang Perencanaan Pemberhentian dan Pembinaan Profesi ASN Badan Kepegawaian Daerah Pemko Sibolga Rafika Hafsari Tanjung, yang didampingi Sekretaris BKD Sibolga Zul Ikhwan

SIBOLGA NEWS – JAM 10.00 WIB

Pemko Sibolga melalui Badan Kepegawaian Daerah memastikan tidak melaksanakan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada tahun 2019, pada Kamis (14/11).

Kepala Bidang Perencanaan Pemberhentian dan Pembinaan Profesi Aparatur Sipil Negara (ASN) Badan Kepegawaian Daerah Pemerintah Kota (Pemko) Sibolga Rafika Hafsari Tanjung mengatakan saat ini Pemko Sibolga masih melakukan analisis jumlah ASN yang dibutuhkan. Sehingga belum ada dianggarkan untuk pengusulan rekrutmen CPNS ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi (Kemenpan RB RI).

“Kalau untuk tahun 2019 ini Pemko Sibolga tidak ada membuka rekrutmen CPNS, karena memang sebelumnya juga sudah tidak dianggarkan. Paling utama, alasannya masalah anggaran dan kebutuhan PNS (Pegawai Negeri Sipil) itu sendiri,” katanya.

Lanjutnya, namun rencananya pengusulan baru akan dilakukan pada tahun 2020 dan masih menunggu keputusan penaman jabatan dari bagian Hukum dan Organisasi Pemko Sibolga. Selanjutnya, BKD akan mengisi nama-nama jabatan yang telah ditetapkan.

“Insya Allah tahun depan mungkin ada, tapi belum tahu juga keputusannya. Karena harus diusulkan lagi kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (Menpan RB) kemudian harus didata dan input lagi ke Menpan RB,” ucapnya seraya menambahkan pengusulan itu di bulan Januari atau Februari. Anggaran untuk tahun berikutnya, harus ditampung dan direncanakan di tahun ini.

Didampingi Sekretaris BKD Sibolga Zul Ikhwan, Rafika juga menyebut dari data di akhir tahun 2018, jumlah ASN di lingkungan Pemko Sibolga tercatat sebanyak 2497 orang. Dengan rincian, laki-laki 951 orang dan 1546 orang perempuan. Dan rata-rata pertahunnya sebanyak 80 orang ASN memasuki masa purna bakti, yang didominasi oleh tenaga Guru.

“Data ini kan berubah terus, karena ada yang pensiun, yang meninggal dunia, pindah dan segala macam,” sebutnya. (riz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *