SIBOLGA NEWS – JAM 10.00 WIB
Seorang supir mobil pick up nyaris jadi bulan-bulanan 3 oknum pegawai Dinas Perhubungan Sibolga. Beruntung, supir yang bernama Kardo Napitupulu (21) berhasil menyelamatkan diri.
Kardo juga mengaku shock dengan kejadian tersebut. Diceritakannya, kejadian bermula saat dia dan ibunya Rosmaida Simamora (60) sedang antri mengisi BBM di SPBU Kebun Jambu, Kelurahan Pancuran Gerobak, Kecamatan Sibolga Kota, Sabtu (21/12) sore. Saat itu posisi mobil sudah masuk ke areal SPBU dengan kondisi mesin mobil masih dibiarkan menyala. Tiba-tiba, seorang pegawai Dishub yang diketahui bermarga Lubis menyuruh Kardo mematikan mesin mobilnya. Karena merasa tidak bersalah, Kardopun menolak permintaan Lubis.
“Kami lagi antri mau ngisi minyak. Posisi kami sudah di SPBU, bukan lagi di badan jalan. Tiba-tiba, datang si Lubis itu, matikan mesinmu itu, katanya. Kubilang, kenapa jadi kau suruh kumatikan mesinku, apa urusannya samamu. Katanya, bising, lagi lapar aku. Karena gak masuk akal, gak mau aku,” katanya
Namanya pun lagi antri, mesin harus hidup. Kecuali kalau pas mengisi minyak, baru mesin kumatikan. Itupun, harusnya petugas SPBU yang keberatan, bukan pegawai dinas perhubungan,” ucap Kardo menceritakan kronologis kejadian, Kamis (26/12).
Karena keinginannya tidak dituruti, Lubispun berang. Kemudian, seorang pegawai lainnya, yang diketahui bermarga Sipahutar, sambil memegang helm membentak Kardo. Melihat itu, ibu Kardopun berusaha mendinginkan situasi. Bukannya menghargai orangtua, Sipahutar malah membentak Rosmaida dengan kata-kata kasar.
“Marah dia, dicakap kotorinya mamakku. Karena dicakap kotori, marahlah mamak sama dia,” ungkapnya.
Tak sampai disitu, seorang pegawai lainnya yang diketahui bermarga Nasution datang dengan nada keras meminta Kardo untuk menyerahkan kunci mobil. Karena menolak memberikan kunci, Sipahutar semakin menggila dengan menangkap baju Kardo dan menariknya hingga robek.
Kemudian, Sipahutar mengayunkan helm yang ada ditangannya kearah Kardo. Merasa terancam, Kardo kemudian mengelak dan berusaha kabur dari ketiga oknum pegawai Dishub yang ingin menganiayanya.
“Diminta si Nasution kunci mobil, gak kami kasih. Sudah mau dimatikan orang itu anakku. Langsung ditarik Sipahutar itu baju anakku sampai robek. Mau dipukulnya lagi dengan helm, untung pintu mobil yang kena,” kata Rosmaida menimpali cerita Kardo.
Melihat kejadian tersebut, Rosmaidapun pingsan. Sementara, Kardo lari ke sebuah perkampungan yang berada di depan SPBU untuk menyelamatkan diri dari ke 3 oknum pegawai Dishub yang lagi mengamuk.
“Langsung larilah si Kardo ke Kampung Kelapa. Yang untungnya pintu mobil kena helmnya,” terangnya.
Beberapa saat kemudian masih kata Rosmaida, Polisi datang untuk mengamankan situasi. Namun ketiga oknum pegawai tersebut masih terus membentaknya. Bahkan, kunci mobil yang diambil hingga kini belum di kembalikan.
“Dibilangnya, kau buat-buat pingsan kau. Padahal, sampai diangkat orang aku karena terjatuh di lumpur. Gak mungkin kubiarkan pakaianku berlumpur. Kunci mobil sampai sekarang gak dikembalikan. Terpaksa kami ambil kunci serap, biar bisa mobil itu berjalan lagi,” paparnya.
Rosmaida mengaku tidak terima dengan kejadian tersebut dan berencana melaporkan ketiga oknum pegawai Dishub tersebut ke pihak yang berwajib.
“Sampai robek baju anakku ditarik mereka. Kunci mobilpun belum dikembalikan. Bisa kulaporkan nanti mereka ke Polisi,” katanya.(riz)
Tidak ada komentar