Ametro Laporkan Kasus Penculikannya Ke Polres

waktu baca 3 menit
Jumat, 17 Jan 2020 07:34 0 news24jam

TAPTENG NEWS – JAM 16.00 WIB

Ametro Pandiangan (34) Warga Lingkungan IV Desa Pargarutan, Kecamatan Sorkam, Kabupaten Tapanuli Tengah, secara resmi melaporkan kasus dugaan penculikan terhadap dirinya ke Polres Tapteng yang terjadi pada Jumat (10/01) lalu di Desa Pargarutan.

Ametro menyebut, sesuai dengan laporan polisi nomor :LP/06/I/2020/RES-TAPTENG, melaporkan peristiwa tindak pidana (Penculikan dan Penganiayaan) yang dilakukan oleh terlapor atas nama TS dan kawan-kawan.

Dijelaskannya, kejadian tersebut terjadi sekira jam 17.30 WIB. Saat itu, dirinya sedang berdiri dekat pertamini miliknya di Desa Pargarutan, Kecamatan Sorkam.

“Aku berdiri di samping ini, lalu dari arah Barus datang satu unit mobil Avanza warna putih parker tepat depan pertamini, lalu saya hampiri, karena saya pikir mau mengisi BBM. Lalu keluar 2 orang mengenakan masker dan bertanya kepadaku, “Kamu Amet Situmeang ya” aku bilang “Tidak, saya bukan Amet Situmeang” lalu saya curiga dengan gerak-gerik mereka, sayapun mencoba untuk pergi, saat itu juga saya langsung di tangkap,” terang Ametro.

Ametro mengaku, ia sempat melawan, namun salah seorang diantara OTK tersebut menodongkan pistol kepadanya.

“Saya Polisi, kata OTK itu, lalu aku pun ikuti dan dibawa kemobil, didalam mobil ada tiga orang, semuanya memakai masker, lalu saya ditarik kedalam mobil, kemudian saya diapit dan leher saya dicekik,” ungkapnya.

Lanjut Ametro, kemudian ia dibawa ke arah Sibolga dan berhenti di Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapteng.

“Saya dibawa ke belakang Lacky Cafe sekira jam 8 malam kalau tidak salah, disana ada lapangan, lalu saya diturunkan dan disuruh mengeluarkan semua isi kantong saya. Di kantong celana sebelah kanan saya ada sedikit uang, itu juga saya keluarkan, saya jatuhkan semua ketanah. Kemudian, saya disuruh membuka, tapi saya tidak mau, karena saya merasa tidak ada apa-apa saya simpan apapun. Kemudian salah seorang mengambil uang itu, dan berkata apa ini, saya bilang kenapa jadi ada disitu, karena ada dua bungkus kecil serbuk putih, saya bilang, itu saya tidak tau, itu bukan milik saya,” sambungnya.

Ametro mengaku, saat itu juga ia langsung dipukuli, di bagian muka dan kepala, dada ditendang, sehingga ia tidak mampu melawan, kemudian OTK tersebut memborgol dirinya.

“Tiga dari lima orang itu, pergi entah kemana, tak lama kemudian mereka kembali. Dan tak berselang waktu lama, beberapa orang personil Polres Tapteng datang, kemudian saya langsung dites urine di lokasi itu juga, tapi hasilnya negative,” tuturnya.

Usai dari lokasi tersebut, Ametro pun dibawa ke Polres Tapteng untuk dimintai keterangan dan di BAP.

“Disana saya jelaskan semuanya, tanpa sedikitpun ada yang saya sembunyikan,” tambahnya.

Ametro juga mengaku telah menelusuri dan memperoleh informasi, kalau yang menangkapnya saat itu adalah oknum Brimob ajudan Bupati Tapteng.

“Saya tidak tau apa motif penculikan saya ini, seandainya tidak ada orang yang melihat saya pada saat itu, saya tidak tau apa yang diperbuat kepada saya. Bisa saja saya dihilangkan untuk selamanya. Untuk itu saya benar-benar berharap agar kejadian ini segera diungkap kebenarannya,” harapnya. (ful)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA