TAPTENG NEWS – JAM 12.00 WIB
Rosnidar Zalukhu (45) warga desa gunung kelambu, Kecamatan Badiri, Tapteng. Keluhkan dana pencairan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang diterima sangat minim.
Hal itu dikatakan Rosnidar ibu tujuh anak ini dikediamannya, bahwa dirinya sudah satu tahun lamanya mengikuti program PKH. Sejak dirinya ikut PKH dana yang diterima berpariasi.
“Dana PKH pernah saya terima paling besar 2,8 juta itu cuma sekali, tapi setelah itu dana yang kami terima semakin turun,” kata Rosnidar, Senin sekira jam 12.00 WIB.
Rosnidar juga menjelaskan, bahwa dana PKH yang ia terima memang bervariasi.
“Pada bulan sebelumnya selain paling besar uang PKH 2,8 juta pernah diterima 175 ribu dan 400 ribu rupiah,” jelasnya.
Sementara masih kata Rosnidar, dirinya merasa miris dana PKH untuk bulan Januari tahun 2020 ini hanya menerima Rp. 230.000 rupiah.
“Bingung saya pak dana PKH kecil kali kami terima, padahal anak kami yang masih sekolah ada 4 orang. 1 SMA, 2 SMP dan 1 SD, tapi gimanalah pak kami orang kecil tidak tau apa yang harus dilakukan dengan dana sangat minim manalah cukup pak,” lirihnya.
Meski demikian, penerima PKH di Desa Gunung Kelambu, Kecamatan Badiri, Tapteng lebih kurang sebanyak 30 kepala rumah tangga.
Sementara diketahui kesehariannya Rosnidar hanya seorang ibu rumah tangga, dan suaminya Jasman (54) hanya seorang pendodos kelapa sawit.
“Itulah nak mendodos kelapa sawit punya orang nya kita makan upah aja. Hitungannya seminggu sekali, seminggu itu paling besar nerima upah 250 ribu rupiah, lihat – lihat cuaca jugalah,” ujar Jasman.
Tidak hanya itu, Jasman dan Rosnidar juga berharap agar penerima PKH ini benar serius di data, melainkan jangan sepihak semata.
“Tidak bisa kita sebutkan pak, masih banyak keluarga yang mampu menerima PKH disini, ada anaknya cuma 2 mereka dapatnya lebih dari satu jutaan,” timpal Rosnidar. (ben)
Tidak ada komentar