Dipicu Aksi Pengeroyokan, Dua Kubu Pelajar Niat Tawuran Dibubarkan Polisi

Daerah, Tapanuli Tengah1151 Dilihat

TAPTENG NEWS – JAM 14.30 WIB

Jajaran Polsek Pandan berhasil membubarkan dua kubu pelajar yang nyaris melakukan tawuran pada Jumat (14/01) di Jalan Prof. M. Hazairin, Kelurahan Sibuluan Terpadu, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).

Diketahui, kedua kubu pelajar itu merupakan siswa dari sekolah SMKN 3 Sibolga dan SMK Swasta Maduma. Menurut informasi, aksi tersebut terjadi sekira jam 12.00 WIB.

Disebutkan, Siswa SMKN 3 Sibolga mendatangi sekolah SMK Swasta Maduma. Jarak antara kedua sekolah itu hanya berkisar ratusan meter.

Hal itu dipicu karena adanya aksi pengeroyokan terhadap salah seorang siswa SMKN 3 Sibolga di pemandangan Hajoran, Minggu (9/2). Dan pelakunya diduga seorang oknum siswa SMK Swasta Maduma.

Tidak terima dengan aksi pengeroyokan itu, kemudian siswa SMKN 3 Sibolga mengajak temannya untuk mencari siswa SMK Swasta Maduma yang diduga ikut melakukan pengeroyokan.

Di lokasi, aksi lempar batu pun sempat terjadi antar siswa yang mengakibatkan satu unit mobil warga setempat tergores dan mengalami lecet.

“Mobil kantor saya lecet dan kaca belakangnya tergores karena lemparan batu,” kata Darwis Sibarani, anggota Bawaslu Kota Sibolga, yang rumahnya berada di depan SMK Swasta Maduma.

Melihat kejadian itu, pihak sekolah SMK Swasta Maduma langsung menghubungi Polsek Pandan.

Bersama dengan guru dari kedua sekolah, para siswa digiring mundur dan berhasil dibubarkan oleh polisi.

“Tadi kejadiannya sekira jam 12.00 WIB. Gak sempat tawuran, karena langsung kita bubarkan para siswa agar jangan terjadi bentrok. Bahkan beberapa siswa langsung kita evakuasi menggunakan mobil Polsek Pandan agar jangan berlama-lama di lokasi sekolah, karena memang sudah jam pulang sekolah,” jelas Kapolsek Pandan, Iptu Zulkarnaen.

Zulkarnaen menyebut, pihaknya akan melakukan penyuluhan hukum sebagai bentuk pencegahan dan antisipasi, agar pertikaian antar pelajar tidak terjadi lagi.

“Selanjutnya kita akan melakukan pengarahan dan penyuluhan hukum ke sekolah-sekolah yang lain,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah (Kepsek) SMK Swasta Maduma, Diego Sitanggang dan Kepsek SMKN 3 Sibolga melalui Wakil Kepsek Amiruddin Manik, sepakat untuk mendamaikan kedua siswa agar tidak ada lanjutan pertikaian antar sesama siswa.

“Kita sepakat untuk menyelesaikan persoalan ini agar tidak berlanjut. Karena ketika diperhadapkan tadi dengan siswa SMK Swasta Maduma yang diduga ikut mengeroyok siswa SMKN 3 Sibolga, yang bersangkutan membantah ikut melakukan pengeroyokan,” kata keduanya. (ful)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *