Apul Marbun saat melihat Mobil Dump Truk yang terbakar di Bengkel miliknya TAPTENG NEWS – JAM 11.00 WIB
Sudah 3 bulan kejadian pembakaran satu unit mobil dump truck colt diesel bernomor polisi BB 8476 NC di salah satu bengkel milik Apul Marbun yang dilakukan oleh orang tidak dikenal (OTK), di Jalan Padang Sidimpuan Km.7,5 Kelurahan Sibuluan Indah, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapteng, pada Selasa (3/12/2019) hingga saat ini belum juga terungkap.
Dalam kejadian tersebut pemilik bengkel atas nama Apul Marito Lumban Batu (37) mengaku, sebelumnya telah membuat laporannya ke Mapolres Tapanuli Tengah.
“Informasi terakhir dari kepolisian, katanya mereka sudah melakukan pemeriksaan ke beberapa saksi, namun belum ada hasil terkait penemuan atau siapa yang melakukan pembakaran,” kata Apul saat ditemui News24jam.com di bengkelnya.
Dikatakan Apul, dalam isi surat yang diterima nya dari Polres Tapteng, mereka (pihak kepolisian) sudah meminta keterangan dari beberapa saksi. Diantaranya atas nama Roma yaitu putri Apul, Erick Guntur (Pemilik Mobil Yang di Bakar), berkoordinasi dengan tim laboratorium forensik Polda Sumut, termasuk pemeriksaan laboratoris, tapi dirinya belum mengetahui hasilnya.
“Ada banyak ini saksi yang diperiksa. Termasuk tetangga – tetangga, karyawan bengkel, putri saya juga ikut dimintai keterangan,” sebutnya.
“Terus melakukan gelar perkara, melakukan penyelidikan lebih lanjut, mencari alat bukti. Itu yang terakhir di informasikan kepolisian ke saya,” sambungnya.
Apul juga meminta kepada Polres Tapteng agar menkonfrontir terduga pelaku pembakaran tersebut dengan dirinya. Namun, tidak pernah dilakukan.
“Saya sudah minta di konfrontir dengan mereka, tapi tidak dilakukan oleh kepolisian. Saya tidak tahu apa alasannya, jangankan alasan, tanggapan saja tidak ada,” imbuhnya.
Diceritakan Apul, saat kejadian dirinya mengikuti terduga pelaku hingga ke ATM BNI yang berada di ASDP. Ia juga memberikan nomor plat motor yang dia ikuti tersebut.
“Kenapa sampai sekarang saya tidak bisa di konfrontir dengan itu, ada apa? Sementara wajah mereka (terduga) ada di rekaman CCTV ATM BNI yang di ASDP. Apakah menunggu saya lupa wajahnya? Gak tau saya,” ucapnya.
Ditambahkannya, sebelum dan setelah kejadian, para terduga itu juga bolak – balik di depan bengkel miliknya.
“Mereka itu ada 2 orang berboncengan. Mereka sampai 3 kali bolak – balik, setiap mereka lewat bengkel saya, mereka pasang penutup wajah, saya ikuti, sampai 2 kali saya ikuti sampai ke simpang tugu ikan Sibuluan, mereka balik, saya ikuti lagi, sampai ke Batu Harimau mereka masuk, saya diam saja. Terus mereka keluar, saya ikuti lagi sampai ke ATM BNI yang di ASDP Sibolga,” terangnya.
Apul merasa ada suatu kejanggalan dalam kejadian pembakaran mobil dump truk di bengkelnya. Karena, dalam penyelidikan yang telah dilakukan polisi, sampai ke Pom Bensin Pandan, petugas pom bensin Pandan mengakui ada orang yang membeli minyak ketengan (eceran), namun 3 hari kemudian, pom bensin pandan menyatakan CCTV nya rusak.
“CCTV Sate Subali juga rusak, CCTV indomaret rusak, kiri kanan saya yang sebelah jalan, itu kan seperti di setting. Artinya kejadian tersebut sepertinya sudah direncanakan, mereka berusaha membunuh kami dirumah ini, kalau seandainya ban itu meledak, berarti api nya bisa kemana-mana. Tetangga saya juga bisa kena itu,” tukasnya.
Ia berharap, Polres Tapteng, segera dapat mengungkap siapa dalang dan apa motif di balik peristiwa pembakaran mobil di bengkel miliknya. (ful)
Tidak ada komentar