Siswi Mts Tewas Tenggelam di Galian C PT WIS

Daerah, Tapanuli Tengah2232 Dilihat

TAPTENG NEWS – JAM 09.00 WIB

Diduga karena galian C PT WIS (Widya Indria Sari) di Daerah Aliran Sungai (DAS) Pinangsori, Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Selain merusak ekosistemnya, juga mengancam penduduk sekitar yang sangat dekat pemukiman penduduk Lingkungan Huta Buntul, Kelurahan Pinangsori, Tapteng

Aktivitas PT WIS yang mengambil material batu dan pasir untuk keperluan crusher dengan melakukan pengerukan hingga mencapai kedalaman 5 meter, menjadikan DAS berantakan. Sekaligus menciptakan lubuk ataupun rongga sepanjang kurang lebih 100 meter. Namun sebagian sudah tertutupi sendimen yang hanyut dari hulu sungai dan bekas kerukan itu juga membahayakan bagi warga sekitar.

Ermina Manalu (13), warga Lingkungan I Banjar Toba Huta Buntul, Kelurahan Pinangsori, menjadi korban.

“Siswa kelas VII MTs N Pinangsori ini tewas tenggelam saat mandi sore bersama adiknya, pada Rabu (4/3/2020) sekira jam 16.00 WIB. Ermina tewas tenggelam saat hendak menolong adiknya yang berenang

Berita duka itu menghebohkan warga sekitar, beberapa warga yang sedang berada di pinggiran sungai untuk aktivitas MKC (Mandi, Cuci, Kakus), mencoba menolong korban. Namun tidak tertolong. Korban ditemukan warga di dalam lubuk yang diduga berlumpur dengan kondisi hidung berdarah.

“Sebelum kehadiran PT WIS, daerah aliran sungai semuanya dangkal. Namun setelah kehadiran mereka muncul rongga – rongga menganga di dasar sungai, yang bisa membuat orang tenggelam,” ujar Hasbi Matondang (60), warga Pinangsori, Jum’at (6/3).

Disebutkannya, kahadiran PT WIS sudah berulangkali mendapat penolakan dari masyarakat, termasuk melakukan demonstrasi menuntut PT WIS tidak beroperasi. Bahkan, Brigjen Albiner Sitompul, selaku Ketua Umum Gabema sudah pernah turun ke lokasi, setelah mendapat pengaduan dari warga. Tetapi pihak perusahaan tidak mengindahkannya.

“Sepertinya mereka tidak lagi mengutamakan keselamatan warga dan kelestarian lingkungan sekitar,” sebutnya

Senada juga disampaikan, Sonang Sitompul (50) menyebutkan, disamping menciptakan kondisi yang berantakan, aktivitas galian telah menyebabkan sedimentasi di beberapa titik. Tidak tertutup kemungkinan jika hujan deras, air sungai akan meluap dan menggenangi pemukiman warga. Untuk menghindari kerusakan yang lebih parah lagi, Sonang meminta agar pihak berwenang segera menutup aktivitas PT WIS.

“Tidak ada jalan lain, untuk menghindari kerusakan yang lebih parah, aktivitas perusahaan harus di stop,” katanya, yang diamini Taviv Sigalingging (34), warga Pinangsori lainnya.

Kapolsek Pinangsori AKP Sugino, yang dikonfirmasi wartawan via seluler, Jumat (6/3), terkait meninggalnya seorang anak sekolah di lubuk ciptaan PT WIS mengaku tidak mengetahui. Kapolsek mengatakan bahwa keluarga korban tidak ada melaporkan.

“Kita tidak ketahui itu, keluarga korban juga tidak ada membuat laporan,” jawabnya

Sementara pihak menagemen PT WIS belum ada yang bisa dikonfirmasi.

Mukhlis, salah seorang petinggi perusahaan yang bergerak di bidang leveransir dan stone crusher (pengolah batu) ini, yang dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp, sepertinya tidak bersedia memberikan keterangan. (ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *