Kepemilikan Tanah Disoal, Pulaknya Bukan Ahli Waris Memperjual Belikan

oleh -703 views
Zimmi Saragih dan Sensuwalita Pasaribu Kuasa ahli waris dari Alm Mangitte Pasaribu melakukan protes atas kepemilikan tanah yang berada di Kelurahan Aek Manis, Kecamatan Sambas, Kota Sibolga

SIBOLGA NEWS – JAM 12.00 WIB

Zimmi Saragih dan Sensuwalita Pasaribu Kuasa ahli waris dari Alm Mangitte Pasaribu melakukan protes atas kepemilikan tanah yang berada di Kelurahan Aek Manis, Kecamatan Sambas,  Kota Sibolga. Rabu (25/3)

Zimmi warga selaku kuasa ahli waris dan pihak keluarga ahli waris tidak terima bahwa status tanah itu diperjual belikan oleh orang yang bukan termasuk ahli waris sendiri.

“Tanah ini dijual Zakaria Lafao mantan Sekda Sibolga kepada keluarga Gultom, jadi kami disini hanya mempertanyakan saja bahwa tanah ini bukan milik dia (Zakaria – red) dari mana surat yang dia  miliki itu,” kata Zimmi selaku kuasa.

Zimmi dan keluarga ahli waris dari Alm Mangitte pihak perempuan tidak tinggal diam, plank yang berukuran 40 x 30 CM itu pun langsung ditancapkan di depan tanah yang sudah berdiri bangunan. “Yang kami soalkan bukan bangunannya, tapi tanahnya,” cetusnya

Pihaknya juga tidak tinggal diam, persoalan tanah yang menurut mereka digarap oleh orang lain akan dibawa ke jalur hukum.

“Jangan mengatasnamakan surat yang tidak jelaslah, lihat surat kami ini dari tahun tak enak pun surat tanah ini sudah ada kami miliki,” kata Zimmi.

Dalam isi surat keterangan ahli waris atas nama pemkot Sibolga, Kecamatan Sibolga Selatan, Kelurahan Aek Manis Nomor:470/08/AM/2020.

Menerangkan, bahwa penerima waris dari Alm Mangitte Pasaribu yakni, Abdul Manan Pasaribu, Alm Aman Pasaribu, Rapiah Boru Pasaribu, Baduramin Pasaribu, menurun hingga anak dan cucunya.

Surat ahli waris tertanggal 19 Februari 2020 ditandatangani ahli waris dan saksi – saksi serta diketahui kepala Lingkungan II, Kelurahan Aek Manis di atas materai 6 ribu.

Terpisah saat dikonfirmasi Ahyar Gultom selaku pembeli tanah dari Zakaria Lafao mengatakan kalau tanah yang kami beli lengkap dengan surat – suratnya

“Tapi ada dulu bangunan bengkel disini, itu dibongkar dan kami bangun dengan yang baru,” sebutnya

Sementara Ahyar Gultom juga meminta kalau mendirikan plank maunya permisi sama yang punya rumah.

“Kita inikan Negara Hukum, kalaulah mereka mempermasalahkan tanah ya gugat aja ke pengadilan tanpa harus mendirikan plank. Nanti dikira orang rumah ini yang bermasalah,” ungkapnya. (ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *