Ketua IMM Sibolga dan Tapteng : Wali Kota Sibolga Tidak Bijaksana Dalam Menegakkan Kebijakan

oleh -1.453 views
Ketua PC IMM Sibolga dan Tapteng Akdinul Akbar

SIBOLGA NEWS – JAM 09.00 WIB

Wali Kota Sibolga Drs. HM Syarfi Hutauruk, MM sekaligus Ketua Gugus tugas penanganan Covid-19 tidak bijaksana dalam menegakkan kebijakan dan wewenang sebagai pemimpin di kota Sibolga, hal itu langsung disampaikan Ketua PC IMM Sibolga dan Tapteng Akdinul Akbar, pada Rabu (20/5)

Dijelaskan Akbar, Wali Kota dinilai tidak memikirkan nasib warganya. Yang mana di musim pandemik Covid-19 ini Wali kota tidak menindak lanjutin laporan masyarakat atau pedagang yang berada di Pasar Nauli Sibolga tentang masuknya pedang musiman yang datang dari luar kota Sibolga.

Baca Juga :  PWI dan Tambang Emas Martabe Gelar UKW Angkatan XXX di Tapteng

“Padahal sudah jelas – jelas tertulis surat baku protokol penanganan Covid-19, yang isinya bahwa setiap masyarakat yang masuk ke daerah satu ke daerah lainnya agar dikarantina dahulu selama 14 Hari,” ujarnya

Dirinya menyesalkan pernyataan sikap yang dilontarkan Wali kota Sibolga selaku ketua gugus tugas, dan sesudah kekhawatiran masyarakat kota sibolga terabaikan. Dan kami dari IMM menggap itu sebagai cemooh terhadap masyakat kota sibolga.

“Kenapa? karena mereka, masyarakat kota sibolga semua disuruh dirumah saja, sedangan mereka pedagang luar bebas ber aktivitas diluaran tanpa ada penjagaan ketat oleh pihak terkait. Hanya saja dilakukan pengecekan suhu badan menggunakan (infra red) dan cek kesehatan badan,” sebutnya

Baca Juga :  Sambangi Kantor DPRD Sibolga Korban Bom Sampaikan Keluhan, Camat Dan Lurah "Pucat"

Lanjutnya, kami selaku mahasiswa mempertanyakan, mereka (Warga) yang  masuk kedalam kota sibolga dikategori yang mana? ODP (Orang dalam Pengawasan), PDP (Pasien Dalam Pengawasan) atau OTG (Orang Tanpa Gejala)?

“Yang mana bisa disimpulkan pihak kesehatan kota Sibolga? kalau memang ada proses penjagaan dilakukan di pintu masuk kota Sibolga. Mereka para pedagang luar musiman yang berada dikota sibolga ini tidak akan berjualan, sehingga tidak meresakan masyarakat,” ungkapnya seraya menambahkan yang ditakutkan bukan pedagangnya menularkan virus, tetapi, barang-barang yang mereka bawa dan pasarkan ke masyarakat kota Sibolga itu lah yang dikhawatirkan. (riz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *