SIBOLGA NEWS – JAM 16.00 WIB
Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Sibolga, Suti Masniari Nasution mengataian pemerintah daerah, khususnya yang berada di wilayah kerja BI Sibolga untuk memperkuat dan mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), terutama sektor yang menjadi unggulan.
Dirinya menilai, UMKM masih menjadi tulang punggung utama bagi pemulihan dan pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah, khususnya di masa Pandemi COVID-19, atau di era new normal (Tatanan kehidupan kenormalan baru).
“Karena, UMKM melibatkan banyak tenaga kerja dan memiliki banyak sektor unggulan. Kami yakin masing-masing Pemda saat ini sedang menyiapkan petunjuk teknis (Juknis) dan petunjuk pelaksanaan (Juklak) bagaimana mendorong aktivitas ekonomi di era new normal dengan memperhatikan masukan-masukan dari berbagai pihak,” ujarnya pada Selasa (30/06).
Dia tidak memungkiri, dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah di masa Pandemi COVID-19, terutama di era new normal, Pemda tentu akan melihat karakteristik daerahnya, apa yang layak.
“Namun secara spesifik, Pemda pastinya akan melibatkan pihak terkait untuk menyusun dan mengeluarkan sebuah ketentuan atau pedoman untuk bisa menggerakkan ekonomi di daerahnya. Jadi, masing-masing daerah akan berdiskusi lebih dalam, bagaimana tata cara memberikan stimulus ekonomi di wilayahnya dengan tetap menjunjung tinggi penanganan COVID-19,” katanya.
Lanjuntnya, Bank Indonesia senantiasa tetap mendorong UMKM supaya tetap bisa tetap bertahan dengan membuat pertemuan-pertemuan dengan pelaku UMKM.
“Pelaku UMKM diharapkan bisa memboarding sistem pemasaran berbasis digital,” ucapnya.
Tambahnya, BI juga mendorong anak muda untuk mengembangkan industri kreatif dan pemasaran ekonomi syariah sebagai bagian ekonomi nasional.
“Kemudian, memberikan stimulan melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) untuk peningkatan kapasitas sosial ekonomi dan UKM,” jelasnya.
Ia juga menuturkan, bahwa berbagai upaya akan dilakukan BI, tentunya melihat kearifan lokal atau kebutuhan di daerah, dan tetap bekerja sama atau berkoordinasi dengan Pemda.
“Dalam waktu dekat, BI akan menggelar pelatihan penggunaan Mesin Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) untuk pembuatan ulos di Tapanuli Utara dan Tapanuli Selatan. Diharapkan, dengan peningkatan kapasitas sosial ekonomi yang dilakukan BI, mereka (pelaku UMKM) bisa bertahan dan bisa bangkit,” terangnya. (riz)






