Formasi Sumut Berunjukrasa Soroti Dugaan Korupsi di Dinas PKPLH Sibolga

oleh -200 views
Formasi Sumut saat berunjukrasa di depan Kantor Dinas PKPLH Kota Sibolga

SIBOLGA NEWS – JAM 14.30 WIB

Sejumlah mahasiswa mengatasnamakan forum mahasiswa dan masyarakat peduli hukum (Formasi) Sumut Sibolga berunjuk rasa di depan kantor Wali Kota dan Kejari Sibolga, Senin (6/7). Aksi tersebut juga mendapat pengawalan ketat dari Polres Sibolga.

Ketua umum DPW Formasih Sumut (Sibolga), Marhanuddin Simamora, menyampaikan, kedatangan mereka yaitu untuk mempertanyakan pengelolaan dan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran sesuai penjabaran dan perubahan APBD 2019 pada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kota Sibolga, yang diduga telah terjadi tindak pidana korupsi.

Ia menyebut, bahwa ada 4 item temuan yang didapatkan oleh pihaknya, yakni pembuatan jalan setapak di atas laut di lokasi taman Mangrove tepatnya di samping Depot Pertamina, sebesar Rp 200 juta.

Baca Juga :  Wabup Darwin Lepas Lomba Gerak Jalan Beregu Antar OPD

“Kemudian, belanja pemeliharaan sungai, parit dan drainase sebesar Rp 600 juta, kegiatan pendukung program Kotaku Rp 133.810.000, dan program pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan hidup Rp 1,646 miliar,” bebernya.

Marhanuddin yang saat itu didampingi koordinator lapangan (Korlap), Akdinul Akbar Jambak, dan koordinator aksi, M Azan Alkhairi, menegaskan, aksi yang mereka lakukan adalah murni gerakan pihaknya dan tidak ada campur tangan orang lain, apalagi oknum yang menunggangi.

“Karena, kemarin kami sudah melayangkan surat klarifikasi. Kami ingin mendengar jawaban langsung dari Kadis PKPLH terkait penyataan sikap yang kami layangkan,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, asisten satu Pemkot Sibolga, Hendra Darmalius menjelaskan, pihaknya menerima aspirasi yang disampaikan mahasiswa.

Baca Juga :  KSOP Sibolga Datangkan KM Lawit Antisipasi Arus Mudik Jelang Nataru

“Aspirasi ini kami terima dan akan kami bahas, dan juga ini akan kami sampaikan ke pimpinan. Apakah ada unsur-unsur yang tidak sesuai dengan aturan, akan kami lihat. Bila ada kesalahan, itu akan kami evaluasi seperti apa yang kalian minta,” katanya.

Sementara, Kajari Sibolga, Henri Nainggolan mengapresiasi aksi mahasiswa tersebut. Dia juga menyampaikan terima kasih atas informasi yang diberikan mahasiswa kepada pihaknya.

“Terima kasih atas informasinya. Kami akan coba pelajari dulu, kami dalami, apakah ada atau tidak perbuatan yang melawan hukum, hingga mengakibatkan kerugian negara,” ucapnya. (ful)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *