LKBH Sumatera Bersama LSM LPPAS RI Bersihkan Lingkungan

Daerah, Tapanuli Tengah1042 Dilihat

TAPTENG NEWS – JAM 11.30 WIB

Kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dinilai masih minim. Hal itu terlihat dari banyaknya sampah yang berserakan dimana-mana. Seperti yang ada di sepanjang jalan Sipan Sihaporas, Lingkungan II dan III, Kelurahan Sibuluan Nauli, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).

Melihat kondisi ini, Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum (LKBH) Sumatera bersama dengan beberapa warga setempat, tergerak hatinya untuk membersihkan sampah tersebut.

Ketua LKBH Sumatera, Parlaungan Silalahi, mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud kepedulian terhadap lingkungan.

Karena menurut Pengacara yang akrab di sapa PS ini, jangan cuma pencemaran nama baik yang menjadi persoalan. Akan tetapi, pencemaran lingkungan juga harus selalu diperhatikan.

Hal itu sesuai undang-undang (UU) Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Dijelaskan bahwa pencemaran lingkungan hidup adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia atau proses alam, sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu, yang menyebabkan lingkungan hidup tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya.

“Ya mudah-mudahan dengan kegiatan yang kita lakukan, dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk tergerak hatinya peduli terhadap lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan lagi. Karena kebersihan itu juga adalah bahagian dari iman,” kata Parlaungan.

Parlaungan menyatakan, bahwa kegiatan yang mereka lakukan itu bukan dikarenakan ada unsur lain, seperti pencitraan yang disangkakan oleh pihak manapun terhadap mereka.

“Kegiatan ini murni dari hati kami dan tidak ada unsur lain. Jangan nanti dikait-kaitkan dengan politik atau apapun itu namanya,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Ribu Simatupang, seorang Pemerhati lingkungan yang juga Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Pemantau Pembangunan dan Aset (LPPAS) RI-Kabupaten Tapanuli Tengah.

Dikatakannya, dengan adanya kegiatan yang telah dilakukan, semoga menyadarkan masyarakat agar tidak lagi membuang sampah sembarangan. “Kalau kita bersih, hati bersih, jiwa dan raga pun pasti bersih,” ucapnya.

Diceritakan Ribu, sebagai warga setempat, Ia juga sudah sering menegur dan mengingatkan ketika warga yang berada di Lingkungan tersebut membuang sampahnya sembarangan, namun tidak di indahkan oleh warga. “Malahan ketika saya tegur, saya yang di bentak,” kisahnya

Ribu meminta pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Tapteng, supaya ikut juga memperhatikan lingkungan dan membuat (menyediakan) bak penampungan sampah di beberapa titik sepanjang jalan Sipan Sihaporas.

Sehingga masyarakat dapat membuang sampah rumah tangga maupun sampah yang lainnya ke bak penampungan tersebut.

Karena sebelumnya juga, dirinya telah menyampaikan hal itu kepada Lurah, namun hingga kini tidak ditanggapi dengan serius.

“Jalan tersebut juga kan sering bahkan hampir setiap hari dilewati oleh pejabat pemerintah Kabupaten Tapteng,” ujarnya.

Ribu menegaskan, kegiatan itu murni dari hati tanpa ada unsur lain (politik). “Kami hanya menginginkan Kabupaten Tapteng ini bersih, aman dan nyaman,” tegasnya.

Joko Sugiarto, yang tinggal dilingkungan II mengaku, sampah tersebut bukan dari warga setempat, melainkan sampah yang dibawa dari luar dan dibuang begitu saja di lokasi itu

“Sampah-sampah ini bukan orang yang tinggal di perumahan yang buang ke sini pak, tapi sampah yang dibawa dari luar dan di buang di tempat ini,” ungkapnya.

Joko juga berharap, semoga kegiatan yang mereka laksanakan dapat menjadi contoh baik bagi masyarakat dan menumpahkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan lagi. (ful)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *