Benda Diduga Dari Langit, Timpa Rumah Warga di Kolang

oleh -861 views
Sebongkah batu, yang diperkirakan seberat 2,2 kg dikabarkan jatuh dari langit dan menimpa rumah salah seorang warga di Dusun Sitambarat, Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut), Sabtu (1/8) sekira jam 17.00 WIB.

SIBOLGA NEWS – JAM 17.00 WIB

Sebongkah batu, yang diperkirakan seberat 2,2 kg dikabarkan jatuh dari langit dan menimpa rumah salah seorang warga di Dusun Sitambarat, Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut), Sabtu (1/8) sekira jam 17.00 WIB.

Warga sekitar menyebut batu tersebut merupakan batu angkasa atau meteor.

Josua Hutagalung yang merupakan pemilik rumah, membenarkan kejadian tersebut.

Dia pun lalu memperlihatkan batu tersebut dan atap rumahnya yang bolong akibat hantaman batu.

Menurut pengrajin peti jenazah tersebut, warga sekitar rumahnya juga mendengar dentuman keras batu pada atas rumahnya.

Baca Juga :  Lapor Pak Bupati, Penghuni Rusunawa Ngeluh

“Saat itu, semua warga sekitar mendengar dentuman di langit, meski cuaca cerah,” kata Josua, Senin (3/8).

Waktu kejadian lanjut Josua bercerita, dia dan istrinya sedang berada di belakang rumah.

Merekapun melihat atap samping rumah mereka telah bolong dan diatas tanah tertancap sebongkah batu berukuran besar.

“Kami juga melihat tanah di samping rumah kami mengering. Airnya sepertinya terhisap oleh batu itu,” ungkapnya.

Pasca peristiwa, mereka sempat membiarkan batu tersebut cukup lama berada di dalam tanah rumah mereka, hingga jam 21.00 WIB.

Dan menurutnya, Batu tersebut masih terasa hangat.

Baca Juga :  Mayat Pria Paruh Baya Ditemukan Disemak - Semak

“Ketika kami angkat dan timbang, beratnya sekitar 2,2 kg. Lalu batunya kami simpan. Karena kami menilai langka dan jarang,” pungkasnya.

Ditambahkan Josua, selain di rumah mereka, batu sejenis juga ditemukan ditempat lain, yakni di Dusun Napitupulu.

Dusun tersebut terletak kurang lebih 1 Km dari rumah Josua.

“Namun tinggal pecahan dan tidak bulat,” ungkap Josua.

Tak hanya itu, dia juga mengaku telah banyak orang yang meminta batu tersebut. Namun, tidak memberikannya. Karena sifatnya langka dan jarang.

“Makanya saya amankan dulu,” pungkasnya. (ful)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *