SIBOLGA NEWS – JAM 10.00 WIB
Pembangunan jalan setapak di Gang Sumba Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Sibolga Kota menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, baru beberapa bulan selesai dikerjakan, jalan rabat beton tersebut sudah terkelupas.
Warga menduga, bangunan yang menggunakan Dana Kelurahan Tahun Anggaran 2020 tersebut dikerjakan asal jadi.
“Baru bulan Juli kemarin selesai dikerjakan, sudah terkelupas. Kerikilnya, sudah nampak. Kalau saya lihat, campuran semennya yang gak sesuai ini,” kata Ucok, warga Kota Sibolga yang kecewa dengan pembangunan jalan setapak tersebut, Minggu (27/9).
Menurutnya, buruknya kualitas bangunan dikarenakan kurangnya pengawasan saat pengerjaan proyek plat merah tersebut.
Padahal, tujuan Pemerintah pusat mengucurkan dana hingga Kelurahan, bukan untuk memperkaya pribadi seseorang, melainkan untuk kemajuan daerah hingga tingkat lingkungan.
“Kalau kondisi pembangunannya seperti ini, gimana mau maju. Karena, beberapa bulan aja, sudah rusak,” ketusnya.
Menanggapi keluhan warga tersebut, Lembaga Swadaya Masyarakat Koalisi Independent Transparansi Anggaran Pusat dan Daerah (LSM KITA PD) mengapresiasi pengawasan yang dilakukan oleh warga tersebut.
Oleh karena itu, LSM KITA PD Tapteng meminta penegak hukum untuk mengaudit proyek yang menelan dana sebesar Rp94.633.000 tersebut.
“Kami akan terus mengawal program pembangunan pemerintah. Salah satunya, dana Kelurahan ini. Kami berharap, proyek ini segera diaudit aparat penegak hukum. Karena, kalau melihat dari kondisi bangunan, kami menduga ini dikerjakan asal jadi. Kerikil dan pasirnya sudah kelihatan semua,” kata Martobok Silitonga Ketua LSM KITA PD
Selain itu, Martobok mengaku pihaknya akan segera mengumpulkan bukti-bukti adanya kecurangan dalam pengerjaan proyek tersebut dan akan segera melaporkannya sebagai bukti tambahan kepada penegak hukum.
“Bukti visual kita sudah lengkap. Mudah-mudahan bisa membantu tugas penegak hukum,” pungkasnya. (hen)






