Musim Badai, Harga Ikan Melonjak Naik

oleh -124 views
Tempat pengusaha rebusan ikan yang ada di Hajoran.

TAPTENG NEWS – JAM 12.00 WIB

Selama musim badai, para nelayan enggan untuk melaut, hanya sebagian kecil yang beroperasi barangkat kelaut. Akibat cuaca yang extrim, hasil tangkapan nelayan makin berkurang, bukan itu saja bahkan harga ikan saat ini melonjak naik.

Para nelayan mengatakan, Bagan pancang merupakan salah satu alat tangkap ramah lingkungan, tehnik tangkap ikan tradisional penghasil ikan teri. Selama dua bulan terakhir, hasil tangkapan nelayan mulai berkurang. Minimnya hasil tangkapan Bagan Pancang yang berada di Kelurahan Hajoran dan Kelurahan Muara Nibung, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapteng, dikarenakan badai kencang selalu datang.

“Kami tak tau entah sampai kapan berhentinya cuaca buruk ini, kalaupun kami berangkat kelaut hasilnya sangat sedikit, itu karena arus laut sangat deras,” ujar Mukmin sholeh, seorang nelayan bagan pancang hajoran.

Dari semua keluhan yang dirasakan pera nelayan, juga berdampak buruk bagi konsumen. Hal itu disebabkan ikan saat ini langka, dan tentunya harga ikan pasti melonjak tajam.

Baca Juga :  Curi Kereta, Pemuda Ketapang Ditangkap Polisi

“Jika saat normal harga ikan teri rebus yang saya tau hanya Rp 50.000/kg sampai Rp 53.000/kg, saat ini sudah naik Rp.58000/kg. Begitu juga dengan harga ikan kering lainnya, juga ikut meroket dari harga sebelumnya antara Rp 25.000/kg sampai Rp 30.000/kg, kini menjadi Rp 37.000/kg hingga Rp 40.000/kg,” lanjut Mukmin.

Selanjutnya, Mukmin mengatakan, bahwa sejak september lalu hingga masuk oktober ini, cuaca ekstrem mengancam perekonomian nelayan, disamping itu, belanja kebutuhan semua nelayan sudah makin merosot. Bahkan tidak jarang, hasil tangkapan yang diperoleh tidak mampu menutupi modal saat berangkat melaut.

“Tak jarang modal kami melaut tidak tertutupi hasil tangkapan. Bayangkan saja, hasil tangkapan saat ini rata-rata hanya satu solup (dua liter) yang jika diolah hanya berkisar dua kilogram teri kering, padahal biaya operasional cukup tinggi,” tuturnya.

Untuk mengurangi kerugian akibat minimnya hasil tangkapan ini, mau tidak mau nelayan terpaksa menaikkan harga ikan jauh di atas harga normal. Baik itu harga ikan teri, ataupun ikan rebus lainnya, namun keuntungan yang mereka peroleh tetap minim, akibat minimnya produksi.

Baca Juga :  Ngurus Paspor Merasa Dipersulit, Boru Gultom Ngamuk di Kantor Imigrasi

“Kalau bulan lalu  hasil tangkapan melimpah, walau harga ikan murah, tetapi produksi kita cukup banyak, sehingga keuntungannya pun banyak. Berbeda dengan kondisi saat ini, walau harga naik tinggi, tetapi produksi kita sangat terbatas,” tegas Mukmin

Selain itu, Umbel pasaribu, salah seorang pengusaha bagan pancang menambahkan, saat ini para nelayan Bagan Tancap dan pengusaha ikan asing di Hajoran sudah pasrah menghadapi kondisi tersebut. Mereka hanya dapat berharap, bulan Desember mendatang, hasil tangkapan dapat kembali normal agar produksi ikan rebus maupun ikan kering dapat kembali berjalan seperti sedia kala untuk memberikan penghidupan bagi nelayan.

“Biasanya cuaca ekstrem begini hingga bulan desember, kita berharap cuaca kembali normal, dan hasil tangkapan ikan kita mudah-mudahan bertambah, kita tahan saja dulu untuk tidak melaut saat ini,” ungkapnya. (ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *