Cipayung Plus Sibolga-Tapteng Beri ‘Raport Merah’ ke RSUD FL Tobing

waktu baca 2 menit
Senin, 16 Nov 2020 14:28 1 news24jam

SIBOLGA NEWS – JAM 15.00 WIB

Terkait viralnya peristiwa seorang pasien yang melahirkan seorang diri di RSUD FL. Tobing Sibolga mendapat kecaman dari banyak pihak.

Termasuk kecaman dari Mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Sibolga-Tapteng, yang memberikan ‘Raport Merah’ ke RSUD FL. Tobing Sibolga.

Ganda Anugerah, yang merupakan ketua umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sibolga-Tapteng, menegaskan, sudah saatnya posisi Direktur RSUD FL. Tobing Sibolga diduduki oleh orang yang berkompeten dan berintegritas.

“Apalagi dimasa pandemi Covid-19 ini agar memberi pelayanan yang terbaik terhadap masyarakat,” tegas Ganda, Sabtu (14/11).

Arwanto Laoli, Ketua GMKI Sibolga-Tapteng juga berkomentar terkait pelayanan di rumah sakit tersebut.

Ia menegaskan, agar dokter maupun perawat yang pada saat kejadian itu bertugas namun tidak melayani pasien tersebut harus diberi sanksi.

Bila perlu, lanjut Arwanto, pasien yang ditelantarkan bersama keluarga membuat pengaduan.

“Ini demi kebaikan pelayanan dan penanganan pasien di Rumah Sakit Umum Sibolga kedepannya,” ketusnya.

Sementara, Ketua GMNI Sibolga-Tapteng, Aloisius Ifan Gulo, menilai, kurangnya ketegasan kinerja Direktur RSUD FL. Tobing Sibolga kepada dokter atau perawat terkesan melanggar kode etik profesi dalam bekerja di rumah sakit tersebut, sehingga dalam melakukan pelayanan kepada pasien kurangnya keseriusan.

“Maka dari itu, diminta kepada pemerintah kota Sibolga perlu perhatian khusus kepada Direktur RSUD FL.Tobing untuk mengevaluasi kinerjanya. Kemudian kinerja Dokter atau perawat di RSUD Ferdinan Lumban Tobing, demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat Kota Sibolga,” pintanya.

Ketua KAMMI Sibolga-Tapteng, Junaidi Syaputra, menambahkan, kejadian seperti ini diharapkan yang terakhir terjadi, jangan lagi ada kejadian serupa, karena hal ini menyangkut nyawa pasien.

Junaidi juga meminta Wali Kota Sibolga, HM. Syarfi Hutauruk, agar segera melakukan sidak (Inspeksi Mendadak) ke RSUD FL. Tobing.

“Jika ditemukan ada SOP (Standar Operasional Prosedur) yang salah, segera ambil langkah tegas, bila perlu mengevaluasi Direktur RSUD FL. Tobing Sibolga,” ucapnya sembari menekankan agar kinerja ataupun pelayanan di RSUD FL. Tobing lebih diperbaiki.

“Menindaklanjuti penelantaran pasien yang mau melahirkan di RSUD FL. Tobing Sibolga, pada Selasa (12/11/2020) lalu, maka kami dari Cipayung Plus Sibolga-Tapteng meminta kepada Pemko Sibolga agar mencopot Dirut RSUD FL. Tobing Sibolga, dr. Hotma Nauli Hutagalung dan kami juga meminta Polres Sibolga untuk memproses Dirut RSUD FL Tobing secara hukum yang berlaku, agar tidak menimbulkan keresahan masyarakat dan menimbulkan citra yang jelek terhadap Pemerintah Kota Sibolga,” pungkas Cipayung Plus Sibolga-Tapteng. (ful)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA