Resahkan Masyarakat, Polres Tapteng Razia Knalpot Blong

oleh -386 views
7 Unit Sepeda Motor Menggunakan Knalpot Blong (Racing) Yang Berhasil Diamankan Personil Polres Tapteng

TAPTENG NEWS – JAM 14.30 WIB

Polres Tapanuli Tengah melakukan razia terhadap kendaraan, khususnya roda dua yang memakai knalpot blong (Racing).

Hal itu menjawab apa yang dikeluhkan dan menjadi keresahan masyarakat Pandan dan sekitarnya yang merasa terganggu dengan suara bising dari kenderaan yang mempergunakan knalpot blong tersebut.

Kapolres Tapteng, AKBP Nicolas Dedy Arifianto, melalui Kasubbag Humas, AKP Horas Gurning, Selasa (19/1) mengatakan, razia ini berdasarkan perintah langsung dari Kapolres dan dipimpin oleh Kabag Ops, Kompol Yengky Deswandi.

Dalam pelaksanaan razia, kata Gurning, dilakukan secara Hunting (Mobile) pada hari Senin (18/1), dimulai jam 21.00 WIB di sekitar simpang empat Jalan Feisal Tanjung, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Pandan dan Jalan F. L. Tobing, Kecamatan Pandan, Tapteng.

Baca Juga :  Pilkada Sibolga Berjalan Sukses, GP Ansor Beri Apresiasi

“Jadi Personil kita berhasil mengamankan 7 unit sepeda motor yang memakai knalpot blong dan telah dilakukan tindakan tilang dan barang bukti sepeda motor dibawa ke Polres Tapteng,” ungkapnya.

“Bagi pemilik sepeda motor agar memasang kelengkapan sepeda motornya yang standard sebelum barang bukti dikembalikan,” sambungnya.

Dikatakan bahwa, pihak Kepolisian (Polres Tapteng) juga melakukan himbauan, yakni akan melakukan tindakan tegas terhadap sepeda motor yang menggunakan knalpot blong, sehingga masyarakat merasa aman dan tidak terganggu, terlebih pada jam istirahat.

Selain tidak sesuai dengan standar, lanjutnya, penggunaan knalpot dengan suara yang memekakkan telinga tersebut juga mengganggu kenyamanan masyarakat.

Tak hanya itu, pihak Kepolisian Resort Tapteng juga menghimbau kepada pemilik bengkel maupun toko penjual knalpot agar tidak melayani permintaan untuk mengganti atau menerima pemasangan maupun pemesanan knalpot blong kendaraan bermotor.

Baca Juga :  OTK Lempari Rumah Warga Tengah Malam, Lurah Sorkam : Jangan Panik, Itu Mungkin Modus Pencurian

Karena kata Gurning, rata-rata kendaraan bermotor yang menggunakan knalpot blong adalah anak remaja.

“Dengan demikian, dimohon kepada orangtua agar melakukan pengawasan kepada anaknya untuk ikut melarang penggunaan knalpot blong,” harapnya.

Dijelaskan, penggunaan knalpot blong melanggar tata tertib berlalu lintas yang diatur dalam Undang-Undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009 pasal 285 Ayat 1 dan Pasal 106 Ayat 3.

“Pengendara yang tidak memenuhi persyararatan teknis dan kelaikan jalan, termasuk knalpot dapat dipidana paling lama satu bulan dan denda maksimal Rp 250 ribu,” pungkasnya. (ful)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *