Petugas Pemulasaran Jenazah Covid-19 di Sibolga Lapor Polisi Karena Dipukul Warga

Daerah, Sibolga763 Dilihat

SIBOLGA NEWS – JAM 18.00 WIB

Satu petugas pemulasaran jenazah Covid-19 berinisial NI (31) di kota Sibolga dipukul oleh keluarga pasien

NI mengalami luka memar dibagian wajah karena dipukuli orang yang diduga keluarga jenazah yang terkonfirmasi Covid-19, pada Jumat (6/8/2021) malam sekitar jam 23.00 Wib di RS. FL. Tobing Kota Sibolga.

NI Petugas Pemulasaran Jenazah Covid-19 ketika dikonfirmasi, Sabtu (7/8/2021) mengatakan malam itu dirinya diberitahukan ada pasien terkonfirmasi Covid-19 yang meninggal dunia dan harus dilakukan pemulasaran jenazah.

“Setelah diberitahukan ada pasien yang meninggal, lalu kami memakai APD lengkap menjemput jenazah dari ruang raflesia menuju kamar jenazah untuk dilakukan pemulasaran,” katanya

Lebih lanjut dijelaskan NI, setelah selesai pemulasaran, keluarga pasien tidak setuju jika jenazah di bungkus dengan plastik sesuai SOP penangan jenazah Covid-19. Walau sudah diberikan penjelasan oleh pihak rumah sakit

“Sempat berdebat kami bang, karena pihak keluarga tidak terima jenazah dibungkus pakai plastik. Tapi akhirnya kami pun membuka plastik nya untuk menghindari hal yang tidak diinginkan baru di angkat ke ambulance bang,” ucapnya

Setelah selesai melaksanakan tugas, NI lalu melepas pakaian APD dan keluar dari kamar jenazah. Namun saat keluar dari kamar jenazah NI mendengar ada yang menyorakkan “cair” dan disahut NI dengan mengucapkan “alhamdulilah” ucapnya seraya menirukan suara yang di dengarnya.

“Setelah saya ucapkan “alhamdulilah” itu saya langsung di keroyok dari belakang bang, 4 atau 5 orang lah mereka bang, saya tidak tau pasti jumlah nya,” sebutnya

Lebih lanjut NI mengaku telah memaafkan orang yang melakukan pengeroyokan, tapi untuk menghindari kejadian serupa terjadi lagi dirinya melaporkan pelaku pengeroyokan dan meminta pihak kepolisian agar dapat menangkap pelaku pengeroyokan.

“Secara pribadi saya sudah memaafkan mereka bang, tapi untuk memberi efek jera saya melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian bang,” ujarnya.

Mendengar kejadian yang menimpa anggotanya, Ketua DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sibolga, Sahat Hutajulu saat dikonfirmasi media mengatakan akan mengawal dan siap memberikan bantuan hukum jika diperlukan.

“Kami siap mengawal dan memberikan bantuan hukum jika diperlukan, agar pengeroyokan seperti ini tidak terjadi lagi,” tegasnya

Sahat juga menyayangkan tindakan pengeroyokan yang dilakukan oleh pihak keluarga, dimana hal tersebut dapat menyebabkan trauma bagi para petugas medis dalam melaksanakan tugasnya.

“Kita merasa sangat kecewa atas kejadian ini, kan kita sudah susah payah melakukan tindakan pemulasaran jenazah. Namun kok dilakukan pemukulan,” terangnya

Sahat lebih lanjut menjelaskan agar masyarakat jangan berfikiran yang aneh-aneh terkait petugas medis yang melakukan pemulasaran jenazah.

“Petugas medis tidak ada mendapatkan sesuatu berupa insentif karena melakukan pemulasaran jenazah,” tegasnya.

Sahat berharap kepada pihak yang berwenang untuk dapat menangkap pelaku pengeroyokan

“Kami berharap kepada pihak kepolisian agar dapat segera menangkap pelaku pengeroyokan untuk memberikan efek jera dan semoga tindakan seperti ini tidak terjadi lagi di kemudian hari,” ungkapnya. (fer)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *