oleh

Warga Lubuk Tukko Minta Pemeritah Bangun Bronjong Penahan Longsor

TAPTENG NEWS – JAM 11.00 WIB

Sungai Perdagangan yang mengalir disepanjang pemukiman warga Kelurahan Lubuk Tukko induk, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), mengancam pemukiman penduduk.

Pasalnya, lokasi rumah warga yang berjarak sekitar 6 meter dari bibir sungai, semakin hari semakin mengecil. Setiap banjir, bantaran sungai selalu terkikis dan hanyut terbawa arus deras sungai Perdagangan.

Saat ini, warga yang bermukim di sepanjang bantaran sungai merasa resah dan was-was. Intensitas hujan yang sangat tinggi beberapa bulan belakangan, mengakibatkan pinggiran sungai tergerus dan longsor.

Baca Juga :  Polres Sibolga Kawal Prosesi Pemakaman Jenazah Covid-19

Bermarga Sibagariang (48), warga Lingkungan III, Lubuk Tukko Induk mengatakan, sebelumnya  daerah aliran sungai (DAS) Perdagangan, sempit dan kecil. Namun akibat bantaran sungai yang selalu terkikis banjir, sekarang semakin melebar  ke kanan, tanah atau pembatas sungai terlihat longsor.

“Kondisi ini membuat warga yang bermukim disepanjang pinggiran, resah dan was-was. Ditambah lagi pasang surut air laut dan banjir kiriman dari sungai Sipan Sihaporas membuat kami semakin takut,” ujar Bagariang. Senin (13/9/2021).

Baca Juga :  Pilkada Sibolga 2020, Pasangan ASSED Lolos Verifikasi Faktual

Untuk mengatasi kondisi ini, warga Lubuk Tukko Induk berharap Pemerintah dapat segera membangun bronjong penahan longsor, di sepanjang bantaran sungai Perdagangan. Atau setidaknya melakukan normalisasi sungai dan penguatan tanggul.

“Mohonlah kiranya, Pemkab Tapteng berkenan membangun tembok penahan longsor di sekitar bantaran sungai,” pungkasnya. (ben)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed