TAPTENG NEWS – JAM 17.00 WIB
Kelompok Tani Hutan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) melaksanakan penanaman 1.080.000 batang pohon mangrove (Bakau) di Aek Garut, Kecamatan Pandan, Tapteng. Sabtu (30/10/21).
Koordinator penanaman mangrove Tapteng Abdul Rahman Sibuea menjelaskan ada 4 Kelompok Tani Hutan yang melaksanakan penanaman Mangrove di Tapteng yaitu Kelompok Mandiri Lestari di Kecamatan Pandan, Kelompok Mekar Lestari di Kecamatan Tapian Nauli, Kelompok Mandiri dan Kelompok Sejahtera di Kecamatan Badiri.
Dalam sambutannya Abdul Rahman Sibuea yang juga merupakan Ketua Kamar Dagang Dan Industri (KADIN) Kabupaten Tapanuli Tengah menyampaikan bahwa program penanaman Mangrove ini berasal dari Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM).
Rahman juga mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya para pemangku kepentingan dan perusahaan BUMN maupun swasta untuk turut serta memberikan kontribusi demi kelestarian Mangrove didaerah tersebut.
“Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, TNI, Polri, pihak KPw Bank Indonesia Sibolga, BUMN seperti Pertamina maupun perusahaan swasta, terutama masyarakat umum untuk bersama – sama melestarikan Mangrove.
“Apalagi potensi Mangrove di Tapteng sangat luar biasa, kawasan Mangrove di daerah ini bisa menjadi lahan utama perekonomian masyarakat. Tentunya jika dijaga dan dikelola dengan baik,” katanya
Lanjut Rahman, jika dijadikan sebagai kawasan pariwisata, tentu banyak usaha kecil dan menengah yang akan muncul dan berkembang. Belum lagi, potensi kawasan perairannya yang bisa dijadikan sebagai lokasi budidaya Kepiting Bakau, kerang, siput dan lain sebagainya.
“Makanya kami sangat tertarik dan merespon langsung program nasional yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi terkait pelestarian Mangrove,” jelasnya
Ditambahkan Rahman, kalau diperkenankan, kami sangat berharap dukungan dari seluruh pihak agar menjadikan kawasan Mangrove di Kecamatan Pandan ini menjadi kawasan konservasi khusus, semacam Lubuk Larangan.
“Kita berencana mengajak sponsor untuk menabur benih ikan, Kepiting Bakau (Ketam), kerang dan siput disini. Namun tidak boleh lagi diambil bebas, hanya pada saat panen saja bisa diambil,” tegasnya
Rahman juga berharap pihak penegak hukum kiranya menindak tegas setiap pelaku pengrusakan hutan Mangrove di Tapteng.
Kapolres Tapteng AKBP Jimmy Christian Samma SIK dalam sambutannya pada Penanaman 1.080.000 Mangrove menyambut yang disampaikan oleh Koordinator Kelompok Tani Hutan untuk menindak tegas pelaku pengrusakan Hutan di Tapteng.
“Dalam beberapa hari ini saya sudah berkeliling langsung meninjau lokasi-lokasi kawasan Mangrove didaerah ini, khususnya yang ada di Kecamatan Pandan dan ternyata keanekaragaman jenisnya luar bisa. Tapteng merupakan surganya mangrove.
“Jadi, sudah kewajiban kita untuk menjaga kekayaan alam ini. Makanya saya tegaskan, siapa saja orang atau oknum, baik pribadi maupun kelompok yang merusak kawasan Mangrove di Tapteng ini, akan kita tindak tegas,” tegasnya.
Mantan penyidik KPK ini juga menyampaikan, dirinya menghimbau kepada warga masyarakat yang selama ini merusak Mangrove semisal untuk usaha kayu arang dan lain sebagainya, supaya menghentikan usahanya, sebelum pihaknya mengambil tindakan tegas.
“Sekarang kita beri himbauan, nanti kalo tetap membandel, akan kita tindak tegas sesuai UU Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta Pasal 116 junto Pasal 119 dan Pasal 55 KUHP. Ancaman hukumnya maksimal 10 tahun penjara atau denda maksimal Rp 1 Milyar,” tuturnya.
Kapolres Tapteng berterimakasih kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) Mandiri Lestari yang telah menjadi pelopor pelestarian Mangrove di Tapteng.
Bupati Tapteng, Bakhtiar Ahmad Sibarani yang diwakili oleh Asisten II, drh. Iskandar dalam sambutannya menyampaikan bahwa Tapteng merupakan surganya mangrove, Pemkab Tapteng sangat menyambut baik kegiatan penanaman 1.080.000 Mangrove yang dilaksanakan di Tapteng. Karena, sebagai salah satu daerah pesisir, keberadaan Mangrove amat penting artinya dalam kehidupan masyarakat, baik dari sektor ekonomi, sosial dan terutama untuk perlindungan dari abrasi pantai.
“Mangrove amat penting artinya bagi masyarakat Tapteng. Karena Mangrove menjadi salah satu kawasan ekosistem alami bagi ikan dan hewan yang bernilai ekonomi. Artinya, banyak masyarakat kita yang mata pencahariannya bergantung kepada kelestarian Mangrove. Belum lagi manfaat Mangrove untuk mengatasi bencana abrasi pantai. Kalau Mangrove punah di Tapteng, maka daratan Tapteng pasti akan berkurang akibat terkikis gelombang pasang surut laut,” ucapnya
Oleh karena itu, kami sangat mendukung upaya pelestarian Mangrove dan mengucapkan apresiasi atas kegiatan penanaman 1.080.000 batang Mangrove ini,” tuturnya.
Sebelumnya, pada acara yang dihadiri oleh perwakilan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) Wilayah Sumut, Kapolres Tapteng, mewakili Danlanal Sibolga, I Nyoman Sudarta mewakili Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Sibolga, Kepala Depot TBBM Pertamina Sibolga Wisnu, Kadis Lingkungan Hidup Tapteng dr. Ricky Nelson Harahap, Kadis Kelautan dan Perikanan Tapteng Ridsam Batubara S. Pi, mewakili Kadis Pariwisata Tapteng, pihak BRI Unit Pandan, Kepala UPT KPH Tapteng, Camat Pandan Gusni Pasaribu S. STP, Kepala Desa Aek Garut, Ronald Pakpahan beserta undangan lainnya,
Selain penanaman 1.080.000 Mangrove, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pemberian bantuan sosial dan vaksinasi massal bagi masyarakat Lansia dan pekerja Mangrove oleh Polres Tapteng, penaburan benih Kepiting Bakau (Ketam) dan Kerang serta pemasangan plank pelarangan pengrusakan Mangrove disekitar kawasan Mangrove Kelurahan Kalangan hingga Desa Aek Garut yang dipimpin oleh Kapolres Tapteng. (Man)






