PANDAN NEWS – JAM 14.00 WIB
Sekretaris Posko Perjuangan Rakyat Sumatera Utara (Pospera) Saddam Husein Simatupang saat di wawancarai wartawan melalui via Telepon, Kamis (18/08) menangkapi soal oknum – oknum yang memprofokasi masyarakat mengenai spanduk, stiker dan poster berlogo Badar dua priode aktivis muda itu angkat bicara tentang spanduk yang yang di maksud.
“itu adalah bagian dari aspirasi masyarakat Tapteng, tidak ada unsur kampanye disana atau pun unsur paksaan.
“Saya sangat menyayangkan sikap dari sebagian orang yang bertindak dan mengeluarkan statement bahwasanya sebutan badar dua periode adalah bagian dari pelanggaran kampanye,” ujarnya
Aktivis Sumut itu juga sangat menyayangkan atas stadmen oknum-oknum yang membuat gaduh di tengah masyarakat.
“Dalam hal ini saya sangat menyayangkan hal tersebut, karena menurut saya hal tersebut bukanlah sebuah pelanggaran kampanye, dikarenakan tahapan pilkada saja belum dimulai kok bisa dibilang kampanye ilegal,” imbuhnya
Menurut Saddam bahwa apa yg di lakukan masyarakat saat ini adalah bentuk dari demokrasi, yang dimana masyarakat sudah sangat antusias menyambut pilkada 2024 mendatang.
“Spanduk dan poster Badar dua priode yang tersebar dikalangan masyarakat adalah bagian dari demokrasi yang seharusnya kita apresiasi karena masyarakat sudah mau dan antusias dalam menyambut pesta demokrasi kita yang akan datang pada tahun 2024 nanti,” cetusnya
Saddam juga meminta kepada oknum yang menamakan masyarakat Tapteng agar bisa menjaga kekondusipan di Tapteng, jangan menjadi provokator di kampung sendiri.
“Dalam hal ini saya juga meminta semua pihak bisa menahan diri ,jangan korbankan masyarakat hanya karena kebencian mu,” harapnya. (Togu)







