SIBOLGA NEWS – JAM 20.00 WIB
Public Literacy Forum (PLiF) Kota Medan menggelar Dialog Publik “Menyongsong Perbedaan Keberagaman Dalam Merekat Kebhinekaan di Indonesia” yang dilaksanakan di Aula Farmasi Universitas Sumatera Utara pada Sabtu (7/1/2023).
Kegiatan tersebut juga dihadiri peserta dialog 100 mahasiswa yang berasal dari berbagai kampus negeri maupun swasta di Kota Medan, dan para utusan aliran kepercayaan di Kota Medan serta beberapa tokoh agama diantaranya Dr. H. Hasan Matsum, M.Ag selaku Ketua Umum MUI Kota Medan, RP. Yosafat Ivo Sinaga, OFM. Cap selaku Ketua Komisi Kerasulan Awam (Kerawam) Keuskupan Agung Medan.
Tak hanya itu, Arbani Harahap, S.Sos selaku Kabid Ekososbud dan Ormas Kesbangpol Kota Medan, M. Yasir Tanjung, S.Pd.I sebagai ketua FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Kota Medan juga turut hadir.
Ketua Umum MUI Kota Medan, Dr. H. Hasan Matsum mengatakan bahwa sisi normativitas memandang toleransi bahwa Allah menciptakan alam beserta isinya secara plural.
“Berbagai keragaman ciptaan Allah mengindikasikan adanya sebuah ekosistem yang di dalamnya terdiri dari bagian-bagian yang membentuk jaringan-jaringan kehidupan yang satu sama lain saling terkait, saling mempengaruhi, menentukan dan saling membutuhkan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komisi Kerawam Keuskupan Agung Medan, RP. Yosafat Ivo Sinaga, OFM. Cap menyampaikan bahwa mahasiswa sangat berperan dalam merawat kerukunan beragama.
“Peran tersebut dapat diwujudkan dengan beberapa hal diantaranya meminta pemerintah memberi perlindungan dan rasa aman bagi semua warga negara, meminta pemerintah tidak boleh membiarkan kekerasan, meminta pemerintah juga harus mendidik masyarakat supaya bersedia saling menerima dalam perbedaannya, dan mengajak tokoh lintas agama membangun budaya dialog,” katanya.
Ketua FKUB Kota Medan memaparkan mengenai peraturan Wali Kota Medan tentang pedoman kehidupan beragama serta berharap agar pemuda khususnya mahasiswa hari ini mampu menisbatkan diri mereka menjadi agent of kerukunan dalam mewujudkan cita cita menjaga keutuhan NKRI.
Arbani Harahap, S.Sos selaku Kabid Ekososbud dan Ormas Kesbangpol Medan berharap agar isu keagamaan jangan sampai memecah belah kita sebagai masyarakat Indonesia.
“Karena bentuk dari perjuangan mendirikan negara itu susah akan tetapi mempertahankan keutuhan negara jauh lebih susah,” bebernya. (riz)






