SIBOLGA NEWS – JAM 10.00 WIB
Sehubungan dengan pemberitaan pada salah satu media online tanggal 30 Januari 2024 terkait pembagian lapak berjualan di pasar nauli Sibolga Abdul Yazid Tampubolon tokoh pemuda kota Sibolga mengklarifikasi pemberitaan yang saat ini sudah menjadi konsumsi publik khususnya di kota Sibolga.
Saat di wawancarai wartawan pada Selasa (30/1) Ketua Ikatan Pemuda Karya (IPK) Kota Sibolga, yang dimana Abdul juga saat ini terdaftar menjadi seorang caleg di kota Sibolga menanggapi pemberitaan yang di rilis salah satu media online.
“Saya Abdul Yazid Tampubolon benar adalah salah satu caleg di kota Sibolga, tadi saya di konfirmasi lewat pesan watsap oleh teman wartawan, yang menanyakan dugaan pembagian lapak berjualan di pasar nauli sibolga yang dimana melibatkan nama saya, ini kembali saya perjelas kembali kepada masyarakat kota Sibolga, bahwa saya tidak memiliki kapasitas untuk membagi lapak atau mengintervensi pedagang pasar nauli seperti yang di tuduhkan kepada saya,” ujarnya
Abdul juga menyampaikan agar awak media bertanya langsung kepada dinas terkait masalah pembagian lapak di pasar nauli Sibolga, bukan mengarah kepada dirinya, sebab dirinya bukan lah bagian dari pemerintahan Pemko Sibolga yang memiliki tupoksi untuk hal tersebut.
“Kemarin itu saya di hubungi rekan wartawan untuk menangkapi masalah lapak pasar nauli, saya sudah menjawabnya, bahwa saya tidak punya kapasitas untuk menjawab pertanyaan rekan wartawan itu, dan disini saya saran kan agar rekan – rekan wartawan agar mengkonfirmasi dinas terkait saja, bukan kepada saya,” ungkapnya menambahkan bahwa Abdul tidak terlibat dalam pembagian dan pemindahan lapak bagi para pedagang nauli di kota Sibolga.
“Saya tidak pernah terlibat dengan tuduhan yang di tujukan kepada saya, mengenai pembagian dan penggeseran lapak para pedagang, emang saya siapa kok bisa sehebat itu untuk mengatur Pemko kota Sibolga dalam menangani pasar nauli Sibolga,” imbuhnya
Menanggapi berita yang sudah menjadi konsumsi publik itu ketua IPK Sibolga menghimbau masyarakat kota Sibolga dan para jurnalis agar rasional menanggapo isu dilapangan apa lagi di musim tahun politik saat ini.
“Tidak ada salahnya ketika kita menampung aspirasi masyarakat, yang tentu saja mendorong kita jadi lebih aspiratif, tapi kita gali dulu informasi tersebut dan kita pakai logika kita untuk menyikapinya,” ungkapnya
Abdul berharap agar para oknum yang membuat berita bohong (HOAX) segera bertobat, jangan menambah kegaduhan di tengah permasalahan yang menimpa para pedagang pasar nauli yang saat ini merasakan ke zoliman pemko Sibolga.
“Mari kita jaga ke kondusifipan di kota Sibolga, jangan suka menyebarkan berita bohong, saya tau ini tahun politik dan saya sebagai caleg, bukan dengan cara seperti ini buat menjatuhkan saya, bersaing lah dengan sehat, kita serahkan saja kepada masyarakat kota Sibolga apa yang menjadi pilihan mereka nantinya, kita saksikan dan lihata di 14 februari mendatang, saya mengajak masyarakat jika memang terjadi seperti yang di beritakan media online tersebut, mari bersama sama kita laporkan ke polres sibolga agar tidak menjadi fitnah,” harapnya. (Togu)






