2 Alat Berat Diturunkan Evakuasi Korban Longsor di Jalan Sibolga-Tarutung

Sumut364 Dilihat

TAPUT NEWS – Dua unit alat berat milik Pemkab Taput dan Tapteng diturunkan untuk bantu menanggulangi dan evakusi korban tanah longsor yang terjadi Sabtu (3/2) sekira pukul 17.30 WIB yang menutup 3 titik badan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Tarutung-Sibolga.

Tiga titik badan Jalinsum yang tertutup longsor itu, tepat di KM 25 daerah Pagaran Pisang, di KM 30 di wilayah Desa Sibalanga dan di KM 31 di wilayah Dusun Parsikaman, Desa Pagaran Lambung 1, Kecamatan Adiankoting, Taput.

“Untuk menanggulangi longsor dan evakuasi korban tewas dan kendaraan yang tertimbun dan terseret ke sungai, petugas kepolisian dibantu aparat TNI langsung bergerak ke lokasi dengan menurunkan sebanyak 2 unit alat berat milik Pemkab Taput dan milik Pemkab Tapteng,” kata Kapolres Taput, AKBP Ernis Sitinjak melalui Kasi Humas Aipda Walfon Baringbing, Minggu (4/2/2024), dilansir dari waspada.id.

“Dan sekitar pukul 23.00 WIB, akhirnya mobil bisa dievakuasi dari timbunan tanah longsor serta mobil yang terseret ke sungai bisa dikeluarkan,” ucapnya.

Kemudian, tiga titik badan Jalinsum Tarutung-Sibolga tertutup tanah longsor mengakibatkan arus lalu lintas dari dua arah terganggu. Selain itu, dalam peristiwa tersebut juga mengakibatkan sebanyak 6 unit mobil yang sedang melintas menuju Kabupaten Tapteng tertimbun tanah dan 1 unit mobil terseret longsor ke sungai yang mengakibatkan 3 orang penumpang di dalamnya tewas.

Selain 7 mobil yang menjadi korban tanah longsor tersebut, 1 rumah juga ikut tertimpa tanah dan pemilik rumah yaitu, SM, 53, mengalami luka berat dan dibawa ke Rumah Sakit Sibolga.

Kasi Humas Polres Tapteng, Aibtu Walfon Baringbing kepada Waspada, Minggu (4/2) mengatakan, ke 7 unit mobil yang jadi korban tanah longsor tersebut yaitu, 1 unit mobil truk Fuso, 1 unit mobil Mitsubishi L300, 4 unit mobil pribadi jenis Toyota Avanza dan Suzuki Ertiga serta 1 unit mobil penumpang angkutan umum.

Sedangkan 3 orang korban tewas yang merupakan suami istri dan anaknya yang berada di mobil Suzuki Ertiga, kata Baringbing, yaitu, LG, 28, MG, 29, dan anaknya yang masih balita, UG (1,4 ) warga Jalan TB. Simatupang, Kecamatan Medan Sunggal, Medan.

Baringbing mengatakan, untuk menanggulangi longsor dan evakuasi korban dari lokasi kejadian, petugas kepolisian dibantu aparat TNI langsung bergerak cepat ke lokasi dengan menerjunkan sebanyak 2 unit alat berat milik Pemkab Taput dan milik Pemkab Tapteng.

Dirinya menjelaskan, sekitar pukul 23.00 WIB akhirnya mobil bisa dievakuasi dari timbunan tanah longsor serta mobil yang terseret ke sungai bisa dikeluarkan.

“Sedangkan ke 3 korban tewas penumpang mobil yang terseret ke sungai langsung dievakuasi dan korban sempat dibawa ke Puskesmas terdekat,” katanya.

Lebih lanjut Baringbing mengatakan, dari keterangan yang diperoleh petugas kepolisian di lokasi kejadian, peristiwa longsor terjadi diakibatkan curah hujan yang saat tinggi mulai siang hingga malam hari di daerah tersebut.

“Hingga kini arus lalu lintas masih tetap satu arah karena jalan timbunan tanah longsor masih belum sepenuhnya bersih,” pungkas Baringbing. (rizki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *