Pertamina Buka Suara Soal Isu Beli Pertalite Harus Lunas Pajak Kendaraan

waktu baca 2 menit
Senin, 6 Jul 2026 16:31 38 news24jam

JAKARTA NEWS – Belum lama ini, beredar video viral di media sosial memperlihatkan salah satu SPBU yang melarang konsumen yang menunggak pajak kendaraan untuk mengisi BBM bersubsidi, salah satunya Pertalite.

Video yang diunggah oleh akun Instagram @lambe_turah, Senin (6/7/2026), memperlihatkan SPBU yang diduga berada di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Pada unggahan tersebut, disebutkan bahwa larangan penunggak pajak untuk mengisi BBM bersubisidi di wilayah NTT mulai berlaku per 1 Juli 2026.

“Mari kita menjadi warga yang bijak dan bertanggung jawab dengan membayar pajak kendaraan tepat waktu, menggunakan BBM bersubisidi sesuai peruntukannya. Per tanggal 7 Juli 2026, akan dilakukan pengawasan dan pemeriksaan oleh tim satuan tugas,” ujar salah seorang dalam video tersebut.

Disebutkan dalam unggahan tersebut, motor penunggak pajak akan mendapatkan stiker berwarna merah. Sehingga, tidak bisa mengisi BBM Bersubsidi. Sedangkan kendaraan yang sudah dibayarkan pajaknya tepat waktu, akan mendapatkan stiker berwarna biru. Sehingga, bisa mengisi BBM bersubsidi.

Pertamina Patra Niaga melalui Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan, Pertamina Patra Niaga berkomitmen dalam memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi sesuai dengan penugasan pemerintah.

“Pertamina Patra Niaga terus menjalankan komitmennya dalam penyediaan BBM, khususnya penyaluran BBM subsidi sesuai kuota dan titik layanan jual yang telah ditetapkan pemerintah,” ujar Ahad, dalam keterangan resminya. Ahad menambahkan, tentunya Pertamina Patra Niaga senantiasa berkoordinasi dengan pemerintah setempat terkait aturan dan tata kelola pendistribusian BBM subsidi di masing-masing wilayah.

“Pertamina Patra Niaga mendukung penuh pelaksanaan aturan dan tata kelola pendistribusian BBM subsidi di masing-masing wilayah dengan senantiasa berkoordinasi dengan kementerian, pemerintah daerah, aparat terkait, dan seluruh pemangku kepentingan,” kata Ahad.

Pihaknya akan terus memastikan stok BBM terutama BBM subsidi dalam keadaan aman dan disalurkan sesuai koordinasi bersama pemerintah daerah setempat. Di sisi lain, Terminal BBM diprioritaskan melakukan pengiriman pada pagi hari sebagai mitigasi pemenuhan penyaluran lebih awal. (red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA