MEDAN NEWS – JAM 09.00 WIB
Sebuah praktik penimbunan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang diduga kuat ilegal membentang rapi di balik tameng bisnis jasa cuci mobili.
Martin, seorang pengusaha lokal yang dikenal sebagai pemilik tempat tersebut, disinyalir mengoperasikan jaringan mafia solar berskala rapi dengan memanfaat aktivitas armada pengangkutan sebagai kedok operasional.
Hasil penelusuran di lapangan mengungkapkan bahwa praktik culas ini terselip di area halaman lokasi cuci mobil.
Setiap harinya, puluhan truk maupun armada pengangkut terlihat secara bergantian masuk ke area belakang untuk melakukan aksi “kencing”—istilah bagi tindakan penyedotan dan pengurangan muatan solar secara ilegal dari tangki kendaraan.
Aktivitas ilegal ini dirancang dengan ritme yang sangat sistematis. Sepanjang siang, halaman belakang difungsikan sebagai penampungan sementara hasil “kencingan” BBM bersubsidi.
Memasuki waktu sore hari, solar yang telah terkumpul dalam jumlah besar tersebut langsung diangkut menggunakan armada khusus untuk didistribusikan ke pasar gelap atau dijual kembali dengan harga tinggi.
Penggunaan kedok jasa ekspedisi terbukti menjadi kamuflase yang efektif untuk mengelabui warga sekitar dan mengaburkan pandangan aparat penegak hukum dari lalu lintas kendaraan yang keluar-masuk lokasi.
Hingga kini, bisnis penimbunan solar milik Martin terus berjalan tanpa hambatan berarti, memunculkan pertanyaan besar terkait efektivitas pengawasan serta ketegangan penegakan hukum terhadap penyelewengan BBM yang merugikan negara tersebut. (net)
Tidak ada komentar