oleh

Berhasil Menertibkan Ilegal Fishing, Danlanal Sibolga Terima Piagam Penghargaan

SIBOLGA NEWS – JAM 14.00 WIB

Meraih prestasi dalam menertibkan Ilegal Fishing di kota Sibolga, telah menangkap 4 kapal pembom ikan yang merusak ekosistem laut Sibolga dan Tapteng. Danlanal Sibolga Letkol Laut (P) TNI Fajar Priyanto Kurniawan menerima piagam penghargaan, piagam penghargaan tersebut langsung diserahkan oleh Walikota Sibolga Drs. HM Syarfi Hutauruk, MM. Sabtu (8/6/2018) di Masjid Agung Kota Sibolga

Walikota Sibolga, Drs. HM Syarfi Hutauruk mengatakan kita ucapkan terima kasih kepada Danlanal kota Sibolga atas prestasinya yang telah menangkap 4 kapal pembom ikan yang merusak ekosistem laut Sibolga dan Tapteng. Sebagaimana kita ketahui, peraturan pemerintah untuk melarang pukat trawl atau pukat harimau ini sudah puluhan tahun. Tapi sudah tidak terlaksana dengan efektif.

Baca Juga :  Patuh PNBP, PT Agincourt Resources Raih Penghargaan Subroto 2019

“Cara – cara para nelayan menangkap ikan dengan cara membom ikan di laut ini juga sudah lama terjadi, tapi tidak pernah terungkap,” katanya

Oleh karena itu, hari ini TNI Angkatan Laut Sibolga berhasil mengungkap ini. Yaitu menangkap 4 kapal dengan barang bukti dan sekaligus lokasi markasnya dan oknum – oknum nya juga sudah di ketahui.

“Hampir 13 kelompok total semuanya, tapi  yang baru di temukan ada 4 kelompok dan masih ada 9 kelompok lagi yang diselidiki. Oleh sebab itu terhadap keberhasil TNI angkatan laut ini Pemerintah Kota (Pemko) Sibolga memberikan apresiasi dan penghargaan terhadap ketegasan dan kemampuan TNI Angkatan Laut Sibolga, yang bertindak tegas menangkap. Sebab kegiatan pengeboman ini sudah sangat merusak habitat dan biota laut terumbu karang kita hancur semua dan lingkungan hidup pun rusak semua,” jelasnya

Baca Juga :  TNI Bersama Masyarakat Sukseskan TMMD

Lanjutnya, jenis ilegal fising yang di temukan bom dan kapal yang di sembunyikan di temukan semua.

Kami berharap kepada TNI angkatan Laut tidak tinggal diam, kalau bisa jangan hanya 4 kapal ini yang lain juga harsu dikejar sampai ke 13 kelompok pembom ikannya.

“Kepada nelayan kota sibolga kami berharap agar masyarakat nelayan tidak lagi menggunakan alat tangkap bom, karna itu sangat merusak dan bertentangan dengan peraturan di negeri ini. Kami berharap yang ramah lingkungan dan jangan hentikan cara – cara penangkapan,” harapnya. (nt)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed